gop-crypto.vip

Berita dan pembaruan terbaru, setiap hari.

OJK Beri 45 Sanksi ke PUJK karena Lalai Lapor Literasi dan Inklusi

ILUSTRASI. Warga memeriksa Sistem Layanan Informasi Keuangan di konter OJK Checking (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan 45 sanksi administratif kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) terkait kewajiban penyampaian laporan terkait dengan kegiatan literasi dan inklusi hingga 30 Juli 2026. 

Perputaran Judi Online Tembus Rp 86,82 Triliun, Piala Dunia Picu Lonjakan

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap momentum Piala Dunia FIFA 2026 dimanfaatkan jaringan judi online untuk meningkatkan aktivitas taruhan sepak bola. Dalam periode pertengahan Juni hingga Juli 2026, PPATK mengidentifikasi deposit judi online terkait ajang tersebut mencapai Rp 1,02 triliun melalui 6.001.352 transaksi.

Simpan Tas Kabin di Maskapai Ini Bakal Berbayar

Jakarta, CNBC Indonesia - Jetstar Australia akan mulai mengenakan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen bagasi atas (overhead locker) mulai 2 Februari tahun depan. Kebijakan baru ini menjadi bagian dari perubahan aturan bagasi kabin maskapai berbiaya hemat milik Qantas tersebut guna mempercepat proses naik pesawat dan meningkatkan ketepatan waktu penerbangan.

CNAF Nilai Peluang Pembiayaan Sektor Produktif Masih Terbuka ke Depannya

ILUSTRASI. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman (KONTAN/Ferry Saputra)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi penyaluran pembiayaan multifinance ke sektor produktif sebesar 46%-48% pada 2026-2027. Namun, angkanya masih di bawah target, yakni 44,57% terhadap total pembiayaan multifinance per Mei 2026. 

Yordania Merasa Sedang Diperas FIFA

Jakarta -

Mantan Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Asosiasi Sepakbola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Pangeran Ali menuduh adanya praktik "blackmail" atau pemerasan terkait dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA.