Yusril: Inovasi-integritas kunci bangun generasi Indonesia mendunia - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat merupakan kunci dalam membangun generasi Indonesia mendunia.
Saat memberikan pidato kunci pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Senin (27/7), ia mengatakan hal tersebut sebagai fondasi utama bagi lahirnya generasi Indonesia yang mampu menjawab tantangan global.
"Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak akan menggantikan peran manusia yang memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis," ujar Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Untuk itu, Menko mengajak para calon wisudawan agar memandang wisuda bukan sebagai akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari proses pembelajaran yang akan berlangsung sepanjang hayat.
Ia mengapresiasi para mahasiswa Universitas Terbuka yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tanggung jawab, mulai dari bekerja, mengurus keluarga, hingga menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Yusril mengaku tidak pernah berhenti belajar sehingga dia mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana bukan tanda proses belajar telah selesai, melainkan modal untuk terus mengembangkan diri menghadapi perubahan zaman.
Dia pun membagikan kisah perjalanan pendidikannya, mulai dari bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) pada sore hingga malam hari di Belitung, kemudian diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai khazanah ilmu pengetahuan, di mana seorang intelektual Indonesia harus mampu memahami pemikiran Barat, Timur, maupun Islam tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
"Kita belajar dari semua sumber. Sebagai intelektual Indonesia, jangan menjadi orang Barat di dunia Timur, tetapi jadilah orang Indonesia yang memahami pemikiran Timur, Barat, dan Islam secara utuh," katanya.
Menyoroti perkembangan teknologi, dirinya mengatakan kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan.
Namun demikian, dia menegaskan teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan kemampuan berpikir, memahami konteks, serta membangun nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak dapat tergantikan.
Oleh karena itu, ia berharap pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memahami dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan geopolitik yang saling terhubung di tingkat global.
Mengulas tema seminar bertajuk Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia, Menko mengatakan inovasi lahir dari kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan demikian semakin tinggi kepedulian seseorang terhadap masalah di sekitarnya, sambung dia, maka semakin besar peluang untuk melahirkan solusi yang bermanfaat.
"Bangsa yang maju bukan lah bangsa yang tidak memiliki masalah, melainkan bangsa yang memiliki banyak orang terdidik yang mau memikirkan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapinya," ujar Yusril.
Selain inovasi, dia menyebut integritas merupakan modal sosial yang paling berharga, di mana tercermin dari kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan, serta diuji ketika seseorang memiliki kesempatan untuk berbuat menyimpang tanpa diketahui orang lain.
Dikatakan bahwa kepercayaan dibangun dalam waktu yang panjang, tetapi dapat runtuh hanya karena satu ketidakjujuran sehingga integritas harus menjadi pegangan setiap insan terdidik.
Ia turut mengingatkan penegakan hukum tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan kelembagaan, tetapi harus dijalankan dengan landasan etika dan hati nurani agar mampu menghadirkan keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat.
Oleh karenanya, Yusril meminta para calon wisudawan Universitas Terbuka terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menyampaikan seminar wisuda menjadi bagian penting dalam membekali para calon wisudawan sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Ia menyampaikan Universitas Terbuka saat ini memiliki sekitar 2,3 juta alumni dan hampir 900 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kehadiran Menko Yusril diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para calon wisudawan untuk terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yusril: Inovasi-integritas kunci bangun generasi Indonesia mendunia
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.