Xhaka Terjerat Kasus Vaksin Covid-19 Palsu, Absen Bela Timnas Swiss
Sunderland -
Granit Xhaka tidak bisa membela Timnas Swiss di UEFA Nations League bulan ini. Xhaka lagi diselidiki karena kasus pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19.
Xhaka sejatinya masuk dalam skuad Murat Yakin untuk laga Nations League menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia. Tapi, yang bersangkutan rupanya tersangkut kasus sertifikasi vaksin Covid-19 palsu.
Ini merupakan hasil penyelidikan Kantor Kejaksaan Luzern dalam beberapa pekan terakhir. Kasus ini bermula ketika Xhaka positif Covid-19 pada 2022.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu dia harus dikarantina sebulan karena terjangkit virus mematikan tersebut. Setahun berselang, Xhaka mendapat sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern, yang diduga abal-abal.
Namun, pengacara dokter tersebut mengklaim dirinya sudah memberikan vaksin kepada Xhaka. Tiga tahun setelahnya, Xhaka mengaku mendapatkan sertifikat vaksin itu cuma-cuma.
Dia pun mengakui kesalahannya dan memilih mundur dari timnas Swiss sementara waktu selama proses investigasi berjalan.
"Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan lama terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri," ujar Xhaka di akun instagramnya.
"Terkait vaksin Covid-19, saya pribadi saat itu masih ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dihantui kekhawatiran serta ketakutan," sambungnya.
"Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih membeli sertifikat itu ketimbang bertanya kepada ahlinya. Hari ini saya merasa tindakan itu salah. Itu kesalahan besar. Saya menyesal."
"Saya bertanggung jawab atas keputusan saya, saya berkomitmen penuh menjalani investigasi itu dan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait."
Belum diketahui apakah Xhaka akan mendapatkan hukuman atau tidak. Klub Xhaka, Sunderland, belum mau memberikan keterangan kepada media lokal Chronicle Live.
(mrp/raw)
Lihat lebih banyak