gop-crypto.vip

Wisatawan Terdampak Erupsi, Travel Minta Maskapai dan Hotel Beri Kelonggaran - Industri Katadata.co.id

Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) meminta maskapai dan hotel memberikan fleksibilitas bagi wisatawan yang terdampak erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang mulai erupsi pada Jumat (4/9) lalu. 

Sekretaris Jenderal ASITA Budi Ariansjah mengatakan kelonggaran itu dapat diberikan dalam bentuk pengembalian dana atau full refund dan penjadwalan ulang atau free reschedule untuk tiket penerbangan. 

Sementara itu, hotel diharapkan memberikan fasilitas pembatalan atau free cancellation maupun penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan. Menurutnya, kebijakan itu diperlukan agar wisatawan yang terdampak gangguan perjalanan tidak mengalami kerugian berulang.

"Intinya meminta kepada semua supplier terutama airlines dan hotel agar dapat memberikan keleluasaan kepada pengguna jasa untuk mendapatkan full refund atau free reschedule (airlines) dan free cancellation/reschedule (hotel), supaya pengguna jasa yang terdampak tidak mengalami kerugian dua kali," ujar Budi kepada Katadata, Senin (7/9). 

Pembatalan perjalanan akibat erupsi telah berdampak terhadap wisatawan yang tidak dapat melakukan perjalanan. Sejumlah bandara tercatat memperpanjang penutupan sejak Minggu (6/9) hingga Senin (7/9).  

Maskapai pesawat juga tercatat membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Halim Perdanakusuma (HLP). 

Lion Group misalnya, menyampaikan 275 penerbangan di rute tersebut telah dibatalkan hingga hari ini pukul 18.00. Pembatalan ini terjadi untuk penerbangan pesawat Lion Air, Batik Air, Batik Air Malaysia, dan Super Air Jet.

Budi menyatakan wisatawan yang tak dapat melanjutkan perjalanan atau kembali ke kota asal turut menimbulkan biaya tambahan yang harus ditanggung biro perjalanan. 

Kendati demikian, ia belum memerinci secara pasti nilai dan potensi kerugian yang dialami oleh para penyelenggara jasa travel. 

Sementara bagi wisatawan yang batal masuk ke Indonesia, dampaknya merembet ke pembatalan hotel dan berbagai fasilitas perjalanan lainnya yang sebelumnya telah dipesan.

"Untuk yang tidak dapat keluar dari Indonesia ataupun kembali ke kota asal (domestik) telah menyebabkan penambahan biaya yang harus ditanggung oleh biro perjalanan. Untuk yang tidak dapat masuk otomatis berdampak pada pembatalan hotel dan fasilitas lainnya," ujarnya.

Selain meminta fleksibilitas dari pelaku usaha pariwisata, ASITA juga mendorong pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat atau wisatawan yang terjebak di bandara akibat gangguan penerbangan.

Budi mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan dukungan berupa akomodasi maupun konsumsi gratis selama wisatawan mengalami kondisi stranded  di bandara.

Menurutnya, biaya akomodasi dan konsumsi yang harus ditanggung selama wisatawan tertahan perjalanan dapat menjadi beban yang cukup besar.

Imbau Tunda Perjalanan dan Gunakan Asuransi

Di tengah kondisi itu, Budi mengimbau wisatawan untuk menunda perjalanan hingga situasi kembali benar-benar normal. Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan potensi kerugian akibat gangguan perjalanan.

"Wisatawan dihimbau untuk menunda perjalanannya sampai situasi benar-benar normal. Ini untuk meminimalisasi kerugian yang mungkin timbul akibat situasi tersebut," katanya.

Budi juga menyarankan masyarakat mulai membiasakan diri membeli asuransi perjalanan dari penyedia yang kredibel. Asuransi perjalanan dinilai dapat memberikan perlindungan apabila terjadi perubahan jadwal maupun gangguan lain selama perjalanan.

"Wisatawan juga disarankan membeli asuransi perjalanan yang kredibel agar mendapat penggantian jika terjadi perubahan jadwal dan lain-lain," ujarnya.