Warga Kecamatan Tiumang perbaiki jalan rusak secara swadaya, total dana terkumpul mencapai Rp10 juta
Pulau Punjung (ANTARA) - Warga Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, bergotong royong memperbaiki ruas jalan rusak secara swadaya dengan pengecoran beton dalam upaya memperlancar akses masyarakat.
"Perbaikan tersebut merupakan inisiatif masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi salah satu akses utama warga," kata salah seorang perwakilan masyarakat Kecamatan Tiumang, M. Isnandar didampingi Suherman, di Pulau Punjung, Selasa.
Menurut dia jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan pertanian dan perkebunan.
"Ini murni gerakan masyarakat untuk memperlancar akses jalan di Kecamatan Tiumang. Kalau dibiarkan, jalan yang rusak ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan," ujarnya.
Ia mengatakan total dana perbaikan yang terkumpul secara swadaya selama lebih kurang satu minggu itu mencapai sekitar Rp10 juta.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tiumang dan pihak perusahaan yang telah memberikan dukungan serta sumbangan dana untuk pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.
Sebagai informasi, perbaikan dilakukan pada titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, tepatnya di tanjakan setelah jembatan kedua dari arah Kantor Camat Tiumang. Lokasi perbaikan berada sekitar 500 meter dari Kantor Camat Tiumang.
Panjang ruas yang diperbaiki sekitar 20 meter dengan lebar 3,5 meter. Sementara total ruas jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 1,5 kilometer, mulai dari Simpang Maung hingga Kantor Camat Tiumang.
Untuk menjaga kualitas dan ketahanan beton, ruas jalan yang telah diperbaiki akan ditutup sementara mulai hari ini. Kendaraan roda empat atau lebih dilarang melintas selama 15 hari ke depan, sedangkan kendaraan roda dua ditutup selama tujuh hari.
Akses jalan ditutup dari arah Nagari Koto Beringin-Tumang -Kantor Camat Tiumang-Sipangkur -Sungai Langkok.
Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif selama proses pengeringan beton berlangsung.
Masya berharap perbaikan secara swadaya tersebut dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sembari menunggu penanganan ruas jalan secara lebih menyeluruh oleh pemerintah.