Wamenkes: Perlu langkah atasi TBC dari hulu perluas terapi pencegahan kontak serumah
Wamenkes: Perlu langkah atasi TBC dari hulu perluas terapi pencegahan kontak serumah
Jumat, 4 September 2026 20:00 WIB
Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri peluncuran aplikasi pelacakan TB di Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Dari sisi mengobati semuanya bagus, namun memang kita perlu benahi dari sisi pencegahan
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan perlu dilakukan langkah mengatasi kasus tuberkulosis (TBC) dari hulu dengan memperluas terapi pencegahan kontak serumah.
"Jadi di Indonesia kasus tuberkulosis ini jadi masalah yang cukup serius, dalam mengobati memang banyak yang sudah sembuh, namun kasus masih ada oleh karena itu perlu dilakukan upaya dari hulu," ujar Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan capaian tahun 2025, dari target 981 ribu kasus telah ada penemuan kasus 867 ribu atau 80 persen, lalu inisiasi pengobatan dari kasus ditemukan untuk tuberkulosis sensitif obat mencapai 800 ribu kasus, dan tuberkulosis resisten obat 9.190 kasus.
Namun target pemberian terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah dari target 956 ribu orang, baru mencapai 237 ribu orang dari perkiraan kontak serumah yang memenuhi persyaratan diberikan terapi pencegahan tuberkulosis sebanyak 1.328.072 orang di 2025.
"Dari sisi mengobati semuanya bagus, namun memang kita perlu benahi dari sisi pencegahan. Jadi orang yang berkontak erat di rumah harus di periksa dan di obati, sehingga tidak hanya yang sakit yang diobati," katanya.
Dia menjelaskan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis yang masih sangat rendah di seluruh wilayah Indonesia masih menjadi masalah utama, sehingga perlu dilakukan upaya lebih untuk pemberantasan tuberkulosis.
"Kita harus membereskan hulunya yakni dengan aktif melakukan pencegahan dan memperhatikan kontak erat serumah. Karena infeksi tuberkulosis ini perlahan ketika ada yang sudah batuk lebih dari satu minggu harus di cek kesehatan," ucap dia.
Menurut dia, upaya pelaksanaan pemeriksaan serta pencegahan juga akan dilakukan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan X-Ray.
"Dengan percepatan penanggulangan, pencegahan dan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah dapat membantu dalam menurunkan kasus tuberkulosis hingga 50 persen di 2029," tambahnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkes: Atasi TBC dari hulu perluas terapi pencegahan kontak serumah
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.