Wamendag memastikan pemerintah berupaya guna jaga pasokan BBM tetap aman - ANTARA News Jawa Barat
Bandung Barat (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri memastikan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah dinamika geopolitik global.
Dyah di Bandung Barat, Senin, mengatakan pemerintah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Rusia, sebagai bagian dari upaya mencari solusi untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional.
"Alhamdulillah udah banyak langkah dari pemerintah yang sudah dilakukan kami juga melakukan komunikasi dengan Rusia dan ini pendekatan yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh kepala negara," katanya.
Ia mengatakan pendekatan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar berbagai langkah yang ditempuh pemerintah dapat membuahkan hasil.
Dyah berharap berbagai upaya tersebut dapat menjaga pasokan energi tetap aman di tengah kondisi geopolitik yang berkembang saat ini.
"Kita berupaya agar pasokan dalam kondisi aman dan semoga bisa bertahan dalam kondisi geopolitik yang ada saat ini," ujarnya.
Menurut dia, kondisi geopolitik global membutuhkan langkah dan pendekatan yang tepat agar tidak mengganggu ketersediaan pasokan energi di dalam negeri.
Ia mengatakan pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menjaga kepentingan masyarakat dan memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi.
"Dan pesan Pak Prabowo agar dapat mencari solusi yang selalu terbaik," katanya.
Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pasokan energi nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendag pastikan pemerintah berupaya guna jaga pasokan BBM tetap aman
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.