gop-crypto.vip

Wamen UMKM: Digitalisasi harus tingkatkan produktivitas usaha

Wamen UMKM: Digitalisasi harus tingkatkan produktivitas usaha

Kamis, 3 September 2026 16:36 WIB

Image Print

Kementerian UMKM menggelar Sosialisasi Program/Kegiatan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat di Padang, Rabu (2/9/2026). (ANTARA/HO-Kementerian UMKM)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mendorong pelaku usaha tidak berhenti pada tahap “go online” dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi mulai mengarah pada “go productive” untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.

“Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” kata Helvi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, transformasi digital perlu memberikan dampak nyata terhadap kinerja usaha, bukan sekadar menghadirkan kanal pemasaran baru bagi pelaku UMKM.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki pengelolaan usaha, serta memperkuat kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.

Helvi mengatakan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu dari tiga aspek yang perlu diperkuat UMKM untuk meningkatkan daya saing dan menembus pasar global, selain kemitraan dan akses pasar.

Untuk memperkuat kapasitas usaha, ia mendorong pelaku UMKM membangun kemitraan dengan usaha besar, badan usaha milik negara (BUMN), lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital, hingga perguruan tinggi.

“Pengusaha UMKM tidak bisa tumbuh sendiri. Kemitraan menjadi penting untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, dan rantai pasok,” ujarnya.

Di sisi pasar, peluang ekspansi produk UMKM Indonesia turut terlihat dari transaksi business matching dengan pembeli internasional.

Data Kementerian Perdagangan mencatat transaksi business matching UMKM mencapai sekitar 57,61 juta dolar AS sepanjang Januari-April 2025 melalui 246 kegiatan. Peluang tersebut juga ditopang oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025, dengan perdagangan elektronik (e-commerce) menjadi kontributor terbesar sekitar 71 miliar dolar AS.

Menurut Helvi, besarnya peluang pasar tersebut harus diikuti dengan kesiapan pelaku UMKM, mulai dari kualitas produk, pemenuhan standar dan sertifikasi, desain dan kemasan, penguatan merek, hingga kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi UMKM di pasar global, termasuk melalui ekonomi digital dan pasar halal. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, sertifikasi, desain, kemasan, merek, kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan,” katanya.

Kementerian UMKM, lanjutnya, terus memperkuat ekosistem pengembangan usaha melalui pendampingan, standardisasi dan sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, perluasan akses pasar, serta digitalisasi layanan.

Ia mengajak pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun kemitraan, dan aktif mencari peluang pasar baru, termasuk pasar global.

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026