Wamen Diktisaintek ajak maba ITS berpikir kritis soal AI
Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) RI Prof Stella Christie PhD mengajak mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berpikir kritis menghadapi euforia teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
“Jadi mahasiswa ITS diharapkan mampu menjadi insan yang tangguh, inovatif, dan tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi,” katanya di hadapan ribuan peserta Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITS 2026 di GOR Pertamina ITS Surabaya, Rabu.
Stella mengajak mahasiswa menelaah fenomena AI melalui sudut pandang keberlanjutan. Ia mengibaratkan perkembangan AI dengan fenomena economic bubble pada perdagangan tulip di Belanda dan gelembung dot-com.
“Kini hampir semua persoalan dijawab AI dan dapat menjadi indikasi yang layak dikaji sebagai wujud gelembung teknologi yang dapat pecah sewaktu-waktu,” ujar profesor dari Tsinghua University, China tersebut.
Menurut Stella, analisis tersebut bukan untuk meremehkan AI, melainkan mendorong mahasiswa berpikir lebih mendalam mengenai dampaknya. Ia menyoroti besarnya kebutuhan sumber daya untuk menopang pusat data AI.
“Pusat data AI memerlukan listrik dan air dalam jumlah sangat besar untuk menjalankan proses komputasi yang juga diperkirakan terus meningkat,” katanya.
Ia menambahkan kebutuhan energi dan air pusat data AI setara dengan penggunaan di negara-negara besar sehingga perlu menjadi pertimbangan sebelum pemanfaatan AI dilakukan secara masif.
“Untuk itu, saya mengingatkan bahwa kita harus mempertimbangkan apakah manfaat AI sepadan dengan sumber daya yang dikorbankan,” tuturnya.
Stella juga menilai perguruan tinggi harus bertumpu pada penciptaan pengetahuan, transmisi pengetahuan, dan kurasi pengetahuan agar lulusan tetap relevan di era AI.
“Kurasi pengetahuan inilah yang membedakan antara manusia dengan AI, dan akademisi bertugas menyaring esensi kebenaran yang paling bernilai bagi peradaban,” ujar Stella.
Baca juga: Pemkab Sumbawa siapkan 20 hektare lahan untuk sekolah Garuda
Baca juga: Wamendiktisaintek dorong Konsorsium kampus entaskan kemiskinan di NTT
Baca juga: Wamendiktisaintek dorong peran kampus guna tumbuhkan ekonomi nasional
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.