Wali Kota Kupang: Digitalisasi transaksi memperkuat ekonomi daerah
Wali Kota Kupang: Digitalisasi transaksi memperkuat ekonomi daerah
Jumat, 25 September 2026 04:34 WIB
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menerima penghargaan TP2DD Kota Terbaik I wilayah Nusantara, Maluku, dan Papua (Nusampua) dalam rangkaian Rakornas P2DD di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)
Kupang, NTT (ANTARA) - Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan digitalisasi transaksi pemerintah daerah terus diperkuat untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Karena itu, penghargaan ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan standar kerja dan memastikan digitalisasi benar-benar membuat pelayanan publik lebih mudah, cepat, transparan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Christian dalam keterangannya diterima di Kupang, NTT, Kamis.
Hal itu disampaikannya terkait capaian Kota Kupang yang kembali ditetapkan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Terbaik I wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Nusampua) pada 2026.
Dia mengatakan capaian tersebut menegaskan konsistensi Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital pemerintahan, khususnya melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan digitalisasi layanan keuangan daerah.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Rakornas P2DD) 2026, yang menjadi bagian dari pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga mencatat Kota Kupang sebagai TP2DD Kota Terbaik wilayah Nusampua pada 2025.
Christian mengatakan digitalisasi di Kota Kupang terus diarahkan bukan sekadar pada penggunaan teknologi, tetapi sebagai bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Sejumlah langkah dilakukan melalui penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, serta pengembangan layanan seperti BARONDA (Bayar Pajak Online Daerah).
Arah tersebut menempatkan digitalisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.
Perluasan kanal pembayaran digital juga memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi sekaligus mendukung tata kelola keuangan daerah.
Christian menegaskan keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari berapa banyak layanan yang sudah menggunakan sistem elektronik. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dirasakan masyarakat.
“Kita tidak sekadar memindahkan pelayanan dari meja ke layar. Yang kita bangun adalah cara baru pemerintah melayani, lebih sederhana, lebih cepat, lebih transparan dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Capaian 2026 sekaligus memperpanjang rekam jejak Kota Kupang dalam Championship TP2DD. Setelah meraih Terbaik II pada 2023, Kota Kupang naik menjadi Terbaik I pada 2024, kemudian mempertahankannya pada 2025 dan kembali meraih posisi yang sama pada 2026.
Dia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, perangkat daerah, pelaku usaha dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem transaksi digital di Kota Kupang.
“Kita apresiasi capaian ini, tetapi setelah penghargaan, pekerjaan kita justru semakin besar. Ukuran akhirnya bukan penghargaan, melainkan seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat dari perubahan yang kita lakukan,” tegasnya.
Dia menambahkan ke depan Pemerintah Kota Kupang akan terus memperluas transformasi digital, tidak hanya pada pembayaran pajak dan retribusi, tetapi juga menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Fokusnya mencakup perluasan transaksi non-tunai, peningkatan literasi digital masyarakat, dukungan terhadap UMKM, penguatan integrasi layanan, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.