gop-crypto.vip

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal, Kapan?

Liputan6.com, Jakarta - Waktu minum kopi dapat memengaruhi kapan efek kafein terasa selama berolahraga. Bagi orang dewasa yang terbiasa mengonsumsi kopi, minuman ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus mendukung kinerja fisik.

Waktu minum kopi yang dapat dipertimbangkan adalah sekitar 45 menit sebelum latihan atau jeda 30–60 menit sebelum aktivitas yang membutuhkan tambahan energi.

Jeda tersebut berkaitan dengan proses penyerapan kafein di dalam tubuh. Efek kafein mulai terasa sekitar 15–30 menit setelah dikonsumsi dan dapat mencapai puncaknya dalam satu hingga dua jam.

Waktu respons setiap orang tetap berbeda, sehingga jadwal konsumsi tidak bisa disamaratakan untuk semua orang, melansir Yahoo Health, Jumat, 9 Oktober 2026.

Pembahasan tentang kopi pada pagi hari memiliki pertimbangan tersendiri. Rentang pukul 09.30–11.30 kerap dianggap sebagai waktu ideal karena kadar kortisol, hormon yang membantu mengatur kewaspadaan dan respons tubuh terhadap stres, mulai menurun setelah mencapai puncaknya seusai bangun tidur.

Meski demikian, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa menunda kopi hingga rentang waktu tersebut memberikan efek peningkatan energi yang lebih baik daripada meminumnya segera setelah bangun.

Kebutuhan energi sebelum olahraga juga tidak selalu sama dengan kebutuhan saat memulai aktivitas pagi. Orang yang berolahraga pada pagi hari dapat mempertimbangkan jadwal latihan dan respons tubuh terhadap kafein, sedangkan mereka yang berlatih menjelang malam perlu lebih memperhatikan dampaknya terhadap waktu tidur.

Pengaruh Kafein Terhadap Performa Olahraga

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal

Perbesar

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal (Foto: Unsplash)

Kafein dikenal sebagai stimulan yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Zat ini berpotensi meningkatkan performa olahraga, termasuk mendukung daya tahan, kekuatan otot, dan kemampuan menghasilkan tenaga.

Sejumlah penelitian yang dibahas dalam artikel tersebut menunjukkan bahwa kafein dapat membantu menunda kelelahan selama aktivitas fisik.

Efek tersebut membuat waktu konsumsi menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam olahraga. Ketika kafein mulai bekerja sebelum latihan, manfaatnya berpotensi terasa selama tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan stamina atau tenaga.

Tidak hanya kopi, asupan makanan yang memadai, hidrasi, tidur berkualitas, serta program latihan yang sesuai tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga energi dan pemulihan tubuh.

Kafein tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar tersebut, sedangkan efeknya terhadap performa dapat berbeda pada setiap orang.

Kenali Respons Tubuh

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal

Perbesar

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal (Foto: Unsplash)

Kandungan kafein dapat berbeda berdasarkan jenis kopi, ukuran sajian, dan metode penyeduhan.

Toleransi terhadap kafein bersifat individual, sehingga konsumsi yang terasa nyaman bagi seseorang belum tentu memberikan respons serupa pada orang lain.

Asupan kafein berlebihan dapat memicu kegelisahan, jantung berdebar, tangan gemetar, atau gangguan pencernaan. Kopi yang diminum tanpa makanan oleh orang yang sensitif dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Penggunaan kopi secara terus-menerus pun dapat membuat efek stimulan terasa berkurang. Konsumsi kafein dalam jangka panjang dapat menurunkan sensitivitas terhadap efeknya, sehingga seseorang mungkin merasa membutuhkan lebih banyak kopi untuk memperoleh sensasi yang sama.

Menambah jumlah konsumsi bukan solusi yang tepat ketika tubuh mulai menunjukkan tanda tidak nyaman.

Atur Waktu Minum Kopi agar Tidur Tidak Terganggu

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal

Perbesar

Waktu Terbaik Minum Kopi agar Olahraga Lebih Maksimal (Foto: Unsplash)

Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam setelah dikonsumsi. Sekitar separuh kafein yang masuk masih dapat berada dalam tubuh lima jam kemudian, meskipun durasinya berbeda menurut karakteristik individu.

Kopi yang diminum terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi membuat seseorang sulit terlelap atau mengurangi kualitas istirahat.

Metabolisme kafein dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, kondisi kesehatan, dan penggunaan obat tertentu. Orang yang mudah mengalami gangguan tidur mungkin perlu menghindari kopi sejak siang atau memilih minuman tanpa kafein pada sore hari.

Kecemasan menjadi pertimbangan lain karena kafein dapat meningkatkan rasa gelisah pada sebagian orang. Mengurangi konsumsi atau menghindarinya dapat menjadi pilihan ketika efek tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.