gop-crypto.vip

Wakil Wali Kota Surakarta sebut perlu perspektif kampus sikapi isu sosial

Wakil Wali Kota Surakarta sebut perlu perspektif kampus sikapi isu sosial

Senin, 27 Juli 2026 20:16 WIB

Image Print

Astrid Widayani memberikan sambutan pada sidang senat terbuka dalam rangka Milad ke-43 UNIBA Surakarta di Kampus UNIBA, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyebut perlunya perspektif kampus dalam menyikapi isu sosial dan lingkungan di Kota Solo melalui pendekatan ekonomi kreatif dan inovasi berbasis nilai-nilai Pancasila.

“Kami butuh perspektif dari kampus, dari para dosen, dan para peneliti dalam rangka menjawab permasalahan-permasalahan sosial serta lingkungan yang ada di sekitar kita,” kata Astrid Widayani saat menghadiri sidang senat terbuka dalam rangka Milad ke-43 UNIBA Surakarta di Kampus UNIBA, Surakarta, Jawa Tengah, Senin.

Menurut dia, inovasi tidak boleh hanya fokus pada penciptaan produk, tetapi juga harus mampu menjadi solusi konkret atas tantangan riil di masyarakat.

Astrid memaparkan potret permasalahan sosial di Kota Surakarta saat ini sangat riil dan dinamis. Ia mencontohkan pergeseran penanganan kasus stunting yang kini tidak lagi hanya menyentuh sektor kesehatan dan pemenuhan gizi, melainkan sudah bergeser ke arah isu lingkungan, seperti penataan infrastruktur air bersih di kawasan bantaran sungai.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentengi moralitas generasi muda, khususnya Gen Z dan generasi Alpha yang tumbuh di tengah derasnya arus transformasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang termaktub dalam Pancasila.

Terkait arah kebijakan ekonomi daerah, Astrid menjelaskan Pemkot Surakarta menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis masa depan sejalan dengan program prioritas Asta Cita Surakarta. Berdasarkan data pemerintah daerah, pertumbuhan jumlah UMKM di Solo terhitung sangat masif, yakni mencapai 2.000-3.000 pelaku usaha baru setiap tahunnya.

Meski demikian, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar mencetak wirausaha baru, melainkan menjaga keberlanjutan ekosistem usaha yang sudah ada agar tidak mudah gulung tikar.

Oleh karena itu, Pemkot Surakarta mendorong pihak akademisi untuk menggandeng kementerian terkait demi memperkuat legalitas dan komersialisasi produk lokal.

“Kami mengajak kampus untuk berkolaborasi dengan Kementerian Hukum terkait perlindungan hak cipta, merek, dan legalitas hukum. Setelah itu, kolaborasi dilanjutkan dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk fokus pada pengembangan ekosistem melalui promosi, publikasi, dan komersialisasi yang aman,” tuturnya.

Melalui perayaan Milad ke-43 ini, Pemkot Surakarta berharap UNIBA dapat terus memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan inkubator inovasi. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya bersiap memasuki Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), melainkan berani menciptakan peluang usaha baru yang berbasis pada penguasaan teknologi digital dan kepedulian sosial.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.