Wakil Wali Kota Jayapura menilai mahasiswa KKN memotivasi kembangkan kampung
Wakil Wali Kota Jayapura menilai mahasiswa KKN memotivasi kembangkan kampung
Sabtu, 15 Agustus 2026 21:07 WIB
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru (kiri) berjabat tangan dengan mahasiswa UGM yang melaksanakan KKN di Distrik Muara Tami, Jumat (14/8/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura
Jayapura (ANTARA) - Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menilai keberadaan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) bukan hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian tetapi juga memotivasi masyarakat mengembangkan potensi kampung secara mandiri.
"Kami meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta para kepala kampung untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis mahasiswa KKN," katanya saat kegiatan penarikan 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang melaksanakan KKN di Kampung Skouw Mabo dan Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Jumat.
Ia memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UGM yang telah melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama berada di Kampung Skow Mabo dan Skow Yambe.
"Beberapa program yang dilaksanakan di antaranya ialah pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembuatan alat insinerator untuk membantu pengelolaan dan pembakaran sampah, serta pengembangan hidroponik," ujarnya.
Dia mengharapkan program yang telah dilakukan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN, namun berbagai inovasi yang telah diperkenalkan dapat dikembangkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kampung.
Sebanyak 24 mahasiswa tersebut ditempatkan di dua kampung, masing-masing 12 orang di Kampung Skow Mabo dan 12 orang di Kampung Skow Yambe. Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat kampung.
Dosen Pendamping KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Sismanto mengatakan para mahasiswa telah berada di lokasi KKN selama lebih dari 50 hari.
Selama waktu tersebut, mereka telah melaksanakan lebih dari 120 program kerja yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung.
"Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penyuluhan, sosialisasi, pengelolaan lingkungan, pembuatan insinerator, pembinaan UMKM, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya," katanya.
Dosen Geofisika Fakultas MIPA UGM itu berharap, berbagai program yang telah dilaksanakan dapat diteruskan oleh masyarakat dan pemerintah kampung setelah mahasiswa kembali ke Yogyakarta.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026