Waka MPR: mendidik wujud optimisme bagi masa depan bangsa
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kegiatan mendidik merupakan wujud optimisme terhadap masa depan anak bangsa yang dibangun melalui penanaman nilai, keberanian, dan cita-cita.
"Mendidik sesungguhnya adalah menanamkan keberanian, menanamkan cita-cita masa depan, meskipun hasilnya belum tentu kita nikmati sendiri," kata Lestari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Lestari saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Yayasan Sukma Bangsa yang dipusatkan di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh.
Menurut dia, mendidik bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki peluang untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca juga: HNW mengkampanyekan Jakarta Kota Halal Global
Lestari mengatakan Sekolah Sukma Bangsa yang diinisiasi Surya Paloh bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga dibangun atas semangat kemanusiaan.
Ia menyampaikan para lulusan angkatan pertama Sukma Bangsa kini telah berkiprah di berbagai negara sebagai pengajar di universitas, profesional, hingga pemimpin di bidangnya.
Selain itu, kata dia, Sukma Bangsa juga memiliki peran dalam diplomasi kemanusiaan. Melalui sektor pendidikan, lembaga tersebut turut mendukung proses negosiasi pembebasan sandera di Mindanao, Filipina, dengan imbalan pemberian pendidikan gratis bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Baca juga: Tifatul mendorong pengembangan potensi ekonomi Indonesia bagian utara
Memasuki usia ke-20 tahun, Lestari menilai Sukma Bangsa tetap berkomitmen mempertahankan nilai-nilai dasar, seperti kejujuran, belas kasih, keadilan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.
"Tantangan hari ini sudah berbeda. Teknologi mempercepat pengetahuan, tetapi teknologi tidak dapat menghadirkan kasih sayang," kata Lestari.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026