Wabup Buleleng pimpin pelepasliaran 200 ekor tukik di Pantai Banjar - ANTARA News Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Wakil Bupati Buleleng I Gede Supriatna memimpin program pelepasliaran 200 ekor tukik di Pantai Banjar sebagai upaya memperkuat pelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.
"Program dilakukan sekalian dengan momentum peringatan kemerdekaan hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," katanya di Pantai Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat.
Ia mengharapkan tema dan momentum perayaan kemerdekaan menguatkan kesadaran masyarakat terkait dengan pelestarian lingkungan alam semesta bersama seluruh isinya.
Menurut dia, kegiatan yang diinisiasi kelompok pelestari lingkungan Sea Turtle Ranger Conservation Center (STRCC) Buleleng tersebut, juga bagian dari upaya membangkitkan semangat masyarakat setelah wilayah setempat sempat terdampak banjir.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat.
“Hari ini kita mari bersama-sama untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya bisa menjaga ekosistem dan alam kita di Buleleng ini,” kata Supriatna.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik bentuk kolaborasi pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai, melestarikan ekosistem pesisir, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan satwa, khususnya penyu dan tukik,” katanya.
Ia menjelaskan kurang lebih 200 tukik dilepasliarkan dalam kegiatan tersebut. Tukik-tukik itu berasal dari telur penyu yang ditemukan nelayan di sepanjang pesisir Buleleng.
Telur tersebut kemudian diserahkan kepada STRCC Buleleng untuk ditangani dan dirawat hingga menetas sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat alaminya.
“Telur tersebut kemudian diserahkan kepada Sea Turtle Ranger Conservation Center untuk ditangani hingga menetas dan siap dilepasliarkan,” kata Putra Aryana.
Pelepasan tukik tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga habitat penyu serta kebersihan kawasan pesisir Buleleng secara berkelanjutan.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.