Viral Video Penggerebekan Rumah Dinas Diduga Pejabat Lapas, Ditemukan Perempuan Muda Bukan Keluarga
Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WIB
VIVA –Rumah dinas diduga seorang pejabat Kabid Kanwil Jambi yang disebut sebagai Kepala Lapas (Kalapas) di Waingapu digerebek oleh sejumlah petugas. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, penggerebekan dilakukan karena adanya dugaan pasangan yang bukan suami istri tinggal bersama atau kumpul kebo di rumah dinas milik negara tersebut.
Baca Juga
Dalam video yang viral di media sosial sejumlah petugas terlihat mengetuk sebuah kamar di rumah dinas tersebut. Saat itu pintu kamar cukup lama dibuka, namun saat pintu terbuka muncul seorang wanita muda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Selamat pagi," kata seorang petugas dikutip dari akun Instagram @times_goesby88 Jumat 31 Juli 2026.
Baca Juga
Dalam video tersebut, seorang perempuan tampak terkejut saat didatangi sejumlah petugas. Mereka kemudian menanyakan hubungannya dengan pejabat yang dimaksud.
"Ada hubungan apa dengan pak xxxx?," tanya seorang petugas.
Baca Juga
Perempuan itu terlihat panik dan berusaha menutupi wajahnya setelah menyadari dirinya direkam. Petugas kemudian berusaha menenangkannya dengan mengatakan bahwa wajahnya akan disamarkan dan meminta agar ia memberikan keterangan secara jujur.
"Tidak apa-apa. Jujur saja, nanti kita blur mukanya. Bukan istrinya xxxx bukan? Kalau ibu kooperatif kita bisa selesaikan secara kekeluargaan. Kalau tidak bersedia kita akan viralkan dan kita akan proses ini. Bukan istrinya xxxx kan? Sejak kapan di sini?," tanya petugas.
"Bukan, baru (di sini). Baru aja, dua minggu. Tapi diblur ya tolong," kata perempuan itu.
Petugas kemudian kembali menggali keterangan terkait status pernikahan pejabat tersebut.
"Selama ini tau pak xxx punya istri?," tanya petugas.
"Tau," kata wanita tersebut.
Dalam percakapan itu, perempuan tersebut mengaku belum menikah dan baru berusia 19 tahun.
"Belum. Masih gadis. Umur 19 tahun. Ini tidak ada masalahkan?," tanya wanita tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat perempuan itu mengaku khawatir dengan posisinya, salah seorang petugas menyebut tindakan pejabat yang dimaksud tidak sesuai dengan aturan. Menurutnya, sebagai aparatur sipil negara, pejabat tersebut seharusnya menjunjung tinggi norma dan ketentuan yang berlaku.
"Kalapas ini menerapkan aturan-aturan. Tapi beliau sendiri tidak bisa memberikan contoh yang baik," kata petugas lainnya.
Halaman Selanjutnya
Petugas kemudian kembali menanyakan hubungan perempuan tersebut dengan pejabat itu.