Viral Pengantin Beli 13 Gaun Demi Baju Pernikahan Impian Berakhir Menyesal
Amerika Serikat -
Mempunyai gaun pengantin impian adalah hal yang lumrah bagi banyak pengantin. Namun, perjalanan seorang wanita asal New Jersey, Amerika Serikat, bernama Courtney (31 tahun) dalam mencari gaun impiannya justru berubah menjadi kisah penuh kebingungan, kepanikan, hingga keputusan impulsif yang membuatnya membeli total 13 gaun pengantin.
Courtney, seorang guru sekolah negeri, mengungkapkan bahwa ia telah membayangkan gaun pengantinnya sejak remaja saat menonton acara televisi Say Yes to the Dress. Dalam imajinasinya, ia menginginkan gaun berpotongan A-line dengan renda lembut dan sentuhan detail feminin.
Namun, ketika memasuki janji temu pertama di salon pengantin pada April 2024, lebih dari setahun sebelum pernikahannya pada Juni 2025, semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghadap ke cermin dan tidak bisa mengenali diri saya sendiri. Saya merasa seperti orang asing di setiap gaun yang saya coba," kenang Courtney. "Gaun-gaun itu kaku, ketat, gatal, dan dipenuhi payet," tambahnya.
Kecewa dengan gaun pengantin dari toko fisik, Courtney mencoba beralih ke pembuat gaun di platform Etsy pada Juni 2024. Ia membeli gaun kustom pertamanya seharga $500 (sekitar Rp 8 Juta) dan menganggapnya sebagai investasi yang cerdas. Namun saat gaun itu tiba pada September 2024, kekecewaan besar menghampirinya.
"Saya mengeluarkannya dan merasa horor karena rendanya dilapisi payet plastik transparan, hal yang tidak tercantum dalam deskripsi maupun foto. Saat dicoba, cangkir bra yang dijahit di bagian atas kelihatan miring dan mengganggu. Ukurannya pun terlalu besar," curhatnya.
Tidak menyerah, Courtney memesan gaun kustom kedua dengan desain yang lebih sederhana. Sayangnya, hasilnya justru tampak seperti "pakaian dalam era Victorian".
Kepanikan makin menjadi-jadi mendekati hari pernikahannya. Antara akhir 2024 hingga awal 2025, Courtney terus memesan gaun ketiga, keempat, kelima, hingga gaun ketujuh melalui toko online. Kebanyakan dari gaun tersebut tidak sesuai ekspektasi-mulai dari bagian ketiak gaun yang terlalu sempit hingga bahan yang menimbulkan rasa gatal.
"Kamu mungkin mempertanyakan akal sehat saya sekarang. Saya terus bergonta-ganti antara gaun renda yang rumit, lalu membencinya kemudian beralih ke desain yang sangat sederhana, dan membencinya juga. Saya tidak bisa menemukan yang pas," tuturnya.
Pada Maret hingga Mei 2025, hanya beberapa bulan menjelang hari-H, rasa panik Courtney memuncak. Di tengah stres, ia bahkan memesan empat gaun sekaligus dari situs web yang menurutnya sangat mencurigakan karena tidak memiliki ulasan sama sekali.
"Di awal perjalanan ini, saya tidak akan pernah mengambil risiko seperti itu. Namun di titik ini, saya tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan," jelasnya.
Tak berhenti di situ, dalam kondisi emosional yang labil, ia bahkan membeli gaun ke-13 yang terinspirasi dari gaun Eras Tour milik Taylor Swift yang pernah ia buat sendiri.
Keajaiban kecil akhirnya terjadi ketika gaun-gaun terakhirnya tiba. Beberapa di antaranya ternyata pas dan tampak bagus. Pada 27 Juni 2025, tepat malam sebelum pernikahannya, Courtney membawa tiga gaun kandidat terbaiknya (nomor 8, 10, dan 12) ke kamar hotel.
Bersama para pengiring pengantin (bridesmaids), ia menggelar pajamas party dan mencoba gaun-gaun tersebut hingga akhirnya mereka sepakat memilih gaun nomor 12. Gaun tersebut secara tidak sengaja mirip dengan gaun pernikahan almarhum neneknya.
"Gaun itu sangat menggambarkan 'diri saya'. Gaun itu memenuhi semua kriteria dan anehnya sangat mirip dengan foto yang saya simpan di Pinterest pada tahun 2014," ucapnya.
Meskipun akhirnya berhasil berjalan menuju altar dengan gaun yang ia sukai, Courtney mengakui bahwa ia tidak pernah merasakan "momen magis" saat menemukan gaun tersebut.
"Jika boleh jujur, saya tidak pernah mengalami 'momen spesial' seperti yang diceritakan pengantin lain saat menemukan gaun impian mereka. Saya terus mengejar perasaan itu," akunya.
Secara finansial, perjalanan panjang ini memakan biaya lebih dari $3.000 (sekitar Rp 48 Juta). Courtney mengaku jika bisa memutar waktu, ia ingin mengubah seluruh strateginya.
Saat ini, Courtney mulai menjual beberapa gaunnya, menyimpannya untuk diwariskan ke teman-teman yang akan menikah, dan mendonasikan sisanya ke The Angel Gown Foundation. Dia pun menyampaikan pesan untuk calon pengantin agar tak bernasib sepertinya.
"Datanglah ke toko dengan pikiran terbuka, cobalah sebanyak yang kamu bisa, dan perhatikan gaya serta bahan yang kamu sukai atau tidak sukai," pesannya.
(gaf/eny)