Viral Pemuda Ini Dulu Gagal Paskibraka, 9 Tahun Kemudian Nasibnya Tak Terduga
Jakarta -
Satu kegagalan di masa lalu bukanlah penentu akhir dari perjalanan seseorang, melainkan bisa menjadi awal dari takdir yang jauh lebih besar. Hal ini lah yang dibagikan oleh pemilik akun Instagram @iqianlanovvv melalui sebuah unggahan inspiratif.
Dalam unggahannya, ia mengenang kembali momen pahit pada tahun 2016 saat dinyatakan gagal lolos seleksi Paskibra di tingkat kabupaten. Siapa sangka, berjarak hampir satu dekade kemudian, kegagalan tersebut justru membawanya pada kesempatan emas di panggung nasional.
Kisah perjuangannya membuktikan bahwa impian yang tertunda sering kali hanya mengambil jalan yang berbeda. Melalui wadah Abang None Jakarta, ia akhirnya mendapat kehormatan besar untuk bertugas mendampingi prosesi penurunan bendera Merah Putih yang sebelumnya dikibarkan di Istana Merdeka, untuk dikembalikan ke Monumen Nasional pada tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. Instagram @iqianlanovvv.
"Gagal masuk paskibraka tingkat Kabuoaten di daerah. 2025, Mendapatkan kehormatan sebagai Abang None dalam momen penurunan bendera Merah Putih Republik Indonesia tingkat nasional. Yang tertunda bukan berati gagal, mungkin hanya sedang diarahkan ke kesempatan yang lebih besar," tulis akun @iqianlanovvv.
Dari yang semula hanya bercita-cita mengibarkan sang saka di tingkat daerah, ia kini berdiri bangga mewakili pemuda-pemudi bangsa di skala nasional. Postingan tersebut langsung menjadi sorotan warganet yang ikut kagum dengan perjalanannya.
"Hidup memang unik ya, Banggaa🔥," ucap pengguna Instagram @jatim_bervalue.
"Thanks reminder nya bang 🫡," saut akun @moch_ogi.
"Karena setiap kegagalan akn membuka kesempatan lain menuju kesuksesan. Jangan pernah menganggap kegagalan sebagai suatu hal yg buruk karena sejatinya kegagalan adalah Salah satu guru kehidupan yg baik," timpal @argo_pambudi_himawan.
Konfirmasi Wolipop
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. Instagram @iqianlanovvv.
Wolipop sudah mengonfirmasi kepada sosok di balik unggahan viral tersebut, yakni Iqian Amienudin Lanov atau yang akrab disapa Iqian. Pemuda berusia 25 tahun yang kini berdomisili di Jakarta Utara ini membagikan kisah perjuangan panjangnya hingga bisa bertugas di ajang bergengsi tingkat nasional.
Impian anak kedua dari empat bersaudara ini untuk menjadi anggota Paskibra sebenarnya sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Kala itu, alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tersebut termotivasi oleh sang kakak yang pernah bertugas di daerahnya.
"Jadi postingan itu bercerita tentang mimpi saya sejak SMA untuk menjadi anggota Paskibra. Saat itu saya punya cita-cita kecil, ingin mengibarkan bendera Merah Putih di daerah saya, mengikuti jejak kakak perempuan saya yang lebih dulu tergabung dalam Pasukan 45 pengibar bendera di sana," cerita Iqian.
Sayangnya, takdir belum berpihak padanya saat itu. Ia harus menerima kenyataan pahit lantaran gagal dalam proses seleksi.
"Namun saya gagal total di tahap seleksi. Saya sempat sedih dan bingung, karena merasa kesempatan itu sudah tertutup, terlebih saat kelas 2 SMA aturan seleksi berubah dan hanya membuka peluang bagi siswa kelas 10," ungkapnya.
Bangkit dari Kegagalan Lewat Abang None
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. Instagram @iqianlanovvv.
Kegagalan di masa sekolah tidak lantas memadamkan semangat Iqian untuk terus berkembang. Usai menyelesaikan studi di Malang, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta untuk mencari peluang yang lebih besar.
Perjalanannya di ibu kota pun sempat menemui kerikil tajam. Saat mencoba mendaftar Abang None Jakarta pada 2024, ia kembali dinyatakan tidak lolos. Namun, pantang menyerah menjadi kunci utamanya. Pada percobaan kedua di tahun 2025, Iqian berhasil terpilih sebagai bagian dari Abang None Jakarta Utara bahkan menembus Top 5 Public Speaking.
"Dari situlah pintu kesempatan saya mulai terbuka untuk terus bertumbuh dan berkembang, hingga puncaknya saya mendapat kehormatan mendampingi prosesi penurunan bendera Merah Putih yang sebelumnya dikibarkan di Istana Merdeka, untuk dikembalikan ke Monumen Nasional," tutur Iqian.
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. pribadi Iqian Amienudin Lanov.
Tak pernah ia duga, panggung Abang None justru menjadi jawaban atas doa dan cita-citanya yang sempat tertunda sepuluh tahun lalu. Sebagai Abang None 2025, dia dipercaya untuk mendampingi prosesi pengibaran dan penurunan bendera di Monumen Nasional dalam rangkaian HUT RI.
"Di momen itu saya kembali merenung, mungkin rencana Tuhan bukan membawa saya mengibarkan bendera di daerah, tapi membawa saya ke tingkat nasional. Kesempatan ini saya rasakan maknanya di setiap detik," lanjutnya haru.
Sebagai pemuda asal daerah yang mengadu nasib di Jakarta, Iqian mengaku sempat merasakan minimnya akses dan kesempatan. Meski demikian, keterbatasan tersebut justru memicu semangatnya untuk membuktikan kapasitas diri.
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. pribadi Iqian Amienudin Lanov.
"Tantangan pasti ada, salah satunya karena saya bukan orang asli Jakarta. Semasa SMP dan SMA di daerah, saya merasa tidak punya banyak akses dan kesempatan untuk berkembang," jelasnya.
Ia memegang teguh prinsip hidup Jawa yang mengajarinya untuk selalu memberi kebermanfaatan di mana pun berada. "Mungkin saya bukan asli Jakarta, tapi yang lebih penting adalah bagaimana saya bisa bermakna, bertumbuh, dan berdampak sesuai visi hidup saya, sejalan dengan filosofi Jawa 'urip iku urup', hidup itu harus menyala dan memberi manfaat bagi sekitar. Saya percaya, di mana pun bunga mawar ditanam, ia akan tetap mekar dengan keharuman yang sama," ucapnya panjang lebar.
Mengakhiri kisahnya, Iqian memberikan pesan mendalam bagi para anak muda yang sedang berjuang menyusun impian dan menghadapi kegagalan.
"Pesannya cuma satu, jangan takut gagal, karena gagal itu bukan akhir. Kayak kata Tan Malaka, 'terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk'. Semua kegagalan yang aku alami dulu justru yang bikin aku siap waktu kesempatan itu benar-benar datang. Jadi buat teman-teman yang lagi merasa mimpinya tertutup, terus aja jalan, karena mungkin Tuhan lagi nyiapin jalan lain yang lebih baik dari yang kita bayangin," tutupnya.
Pernah gagal seleksi Paskibra kabupaten pada 2016, pemuda ini buktikan mimpinya tak padam hingga akhirnya bertugas di tingkat nasional lewat Abang None 2025. Foto: Dok. pribadi Iqian Amienudin Lanov.
(gaf/eny)