gop-crypto.vip

Verdonk siap ukir sejarah jadi WNI pertama di UCL

Verdonk siap ukir sejarah jadi WNI pertama di UCL

Selasa, 18 Agustus 2026 06:26 WIB

Image Print

Bek sayap Lille Calvin Verdonk tengah membawa bola pada pertandingan Liga Prancis kontra Angers di Stadion Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Minggu (2/11/2025) waktu setempat. (x.com/LOSC_EN)

Jakarta (ANTARA) - Klub Liga Prancis, LOSC Lille, mengklaim bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk bakal menjadi pesepak bola WNI pertama yang tampil di fase grup atau fase liga Liga Champions (UCL).

"Pesepak bola asal Indonesia pertama yang akan tampil di fase grup UCL. Sejarah," tulis Lille dalam unggahan resmi media sosial klub, Senin (17/8).

Verdonk yang bergabung dengan Lille sejak September 2025 menjadi salah satu pilar penting yang membawa klub berjuluk Les Dogues tersebut finis di posisi ketiga Ligue 1 musim 2025/2026. Hasil tersebut memastikan Lille mengamankan tiket lolos langsung ke fase liga Liga Champions 2026/2027.

Sepanjang musim 2025/2026, bek berusia 29 tahun itu mencatatkan 18 penampilan di Ligue 1 dengan total 786 menit bermain untuk membantu timnya menembus kompetisi elite Eropa tersebut.

Secara histori, Verdonk sejatinya bukan pemain keturunan Indonesia pertama yang merasakan atmosfer Liga Champions. Sebelumnya, Kevin Diks pernah tampil bersama FC Copenhagen pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, sementara Emil Audero sempat mengawal gawang Inter Milan saat imbang 3-3 melawan Benfica di fase grup musim 2023/2024.

Namun, perbedaannya terletak pada status kewarganegaraan. Diks dan Audero saat itu belum resmi berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) ketika berlaga di UCL.

Dengan demikian, jika Verdonk diturunkan oleh Lille di fase liga UCL 2026/2027, ia akan mengukir sejarah baru sebagai pemain berstatus WNI pertama yang mencatatkan penampilan di panggung utama Liga Champions.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lille: Verdonk akan jadi pemain Indonesia pertama di Liga Champions

Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.