UT Surabaya gandeng lima sekolah siapkan lokasi ujian 42.000 mahasiswa - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggandeng lima sekolah di Kota Surabaya untuk menyiapkan lokasi ujian tatap muka dan ujian daring bagi sekitar 42 ribu mahasiswa melalui kerja sama yang berlaku selama lima tahun.
"Mahasiswa kami sekitar 42 ribu orang. Gedung yang kami miliki tentu tidak mampu menampung seluruh peserta ujian. Karena itu, kami harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah sebagai lokasi pelaksanaan ujian," ujar Direktur UT Surabaya Prof Dr Suparti di sela penandatanganan kerja sama di Surabaya, Jumat.
Lima sekolah yang menjadi mitra baru tersebut, yakni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Surabaya, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Surabaya, SMPN 35 Surabaya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Surabaya, dan Sekolah Menengah Kejuruan Persatuan Guru Republik Indonesia (SMK PGRI) 13 Surabaya.
Suparti mengatakan kerja sama itu diperlukan, karena kapasitas gedung UT Surabaya tidak mampu menampung seluruh mahasiswa yang mengikuti ujian. Oleh sebab itu, penyelenggaraan ujian dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas sekolah mitra.
Ia menjelaskan pola kerja sama serupa juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap daerah rata-rata memiliki empat hingga lima sekolah mitra, bahkan hingga 10 lokasi di wilayah dengan jumlah mahasiswa yang besar, seperti Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Sidoarjo.
Menurut dia, perjanjian kerja sama berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang apabila kedua belah pihak masih sepakat melanjutkan kemitraan.
"Kerja sama ini menjadi dasar administrasi dan legalitas penyelenggaraan ujian. Setelah lima tahun akan diperbarui kembali apabila sekolah masih bersedia menjadi mitra," katanya.
Suparti menambahkan sekolah negeri tidak menerima biaya sewa gedung karena mengikuti ketentuan pemerintah. Namun, UT tetap memberikan honor kepada petugas yang membantu pelaksanaan ujian.
"Yang kami berikan adalah honor untuk petugas yang membantu pelaksanaan ujian, mulai dari pengelola sarpras, kebersihan, keamanan, hingga pengawas ruang ujian," katanya.
Pada semester ini, UT juga menerapkan sistem registrasi terintegrasi yang memungkinkan mahasiswa memilih sendiri jenis dan lokasi ujian sejak awal pendaftaran, baik ujian tatap muka, ujian daring, ujian berbasis perangkat seluler (mobile), maupun ujian otomatis menggunakan perangkat pribadi.
"Kalau sebelumnya lokasi ujian ditentukan oleh kami, sekarang mahasiswa bebas memilih sendiri lokasi dan jenis ujian sesuai kebutuhannya. Apabila pada hari pelaksanaan mereka sedang bertugas di kota lain, tetap bisa mengajukan ujian di lokasi tersebut," katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 35 Surabaya Sutarlia mengatakan seluruh warga sekolah mendukung kerja sama tersebut setelah memiliki pengalaman menjadi lokasi ujian UT pada tahun sebelumnya.
"Saya sudah bertanya ke warga sekolah, setelah tahun lalu menjadi tempat ujian. Apa keberatan, jika keberatan tentunya kami tidak akan menerima kerja sama ini. Tetapi, ternyata pihak sekolah seluruhnya mendukung kerja sama ini," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.