gop-crypto.vip

UT Surabaya bekali mahasiswa baru hadapi kuliah jarak jauh - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Surabaya membekali mahasiswa baru dengan pemahaman kuliah jarak jauh dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB), di kampus setempat, Sabtu.

Wakil Rektor IV UT Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis Dr Hendrian mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat bantu pembelajaran.

"AI itu sebenarnya membantu kita dalam proses berpikir. Bukan AI yang akan menjadi panutan kita. Tapi kita menggunakan AI, dan AI itu adalah sebagai alat," kata Hendrian.

Menurut dia, penggunaan AI dalam kegiatan akademik tetap harus memperhatikan etika. Mahasiswa perlu memahami batasan pemanfaatan AI agar teknologi tidak menggantikan proses berpikir dan kemampuan mereka dalam memahami materi perkuliahan.

"Untuk membentenginya kita perlu memberikan mereka semacam etika dalam pembelajaran yang menggunakan AI," ujarnya.

Selain memahami penggunaan teknologi, mahasiswa baru juga perlu menyiapkan diri menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT.

Sistem tersebut membutuhkan komitmen dan kemandirian karena mahasiswa harus mengatur sendiri waktu belajarnya.

"Satu kata, komitmen. Jadi, mereka harus berkomitmen bahwa saat ini mereka berada dalam proses pembelajaran berbasis distance learning," kata Hendrian.

Ia mengatakan, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam proses tersebut, terutama bagi mahasiswa yang telah bekerja. Mereka harus mampu membagi waktu antara pekerjaan dan kewajiban akademik.

"Disiplin itu penting bagi mereka karena mereka mengatur waktu pembelajaran, apalagi banyak di antara mereka yang sudah bekerja," ujarnya.

Untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT Surabaya memberikan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang dilaksanakan dalam tiga tahap.

Direktur UT Surabaya Prof Suparti mengatakan LPKBJJ tahap pertama diikuti 649 mahasiswa, sedangkan tahap kedua diikuti 3.998 mahasiswa yang tersebar di sembilan kabupaten penyelenggaraan.

Adapun LPKBJJ tahap ketiga diikuti 5.293 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 669 mahasiswa yang mengikuti secara luring dan 4.624 mahasiswa secara daring.

"Untuk LPKBJJ tahap tiga ini kita selenggarakan secara luring di sini dengan jumlah peserta 669 dan 4.624 yang ikut secara daring," kata Suparti.

Peserta LPKBJJ berasal dari mahasiswa UT Surabaya, termasuk mahasiswa yang berada di berbagai daerah melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Mahasiswa yang belum mengikuti tahap sebelumnya juga dapat mengikuti LPKBJJ tahap ketiga.

Suparti menyampaikan total mahasiswa yang melakukan admisi atau pendaftaran di UT Surabaya mencapai 12.869 orang. Sementara mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi sebanyak 10.142 orang.

Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, mahasiswa akan memasuki proses perkuliahan. tutorial online (tuton) dijadwalkan mulai 14 September 2026 dan berlangsung selama delapan kali pertemuan.

Sementara itu, ujian tatap muka dijadwalkan pada 28-29 November 2026. UT juga menyediakan skema ujian lainnya, seperti ujian daring berbasis live proctoring, ujian berbasis Android, serta ujian yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari rumah atau lokasi lainnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.