gop-crypto.vip

UT Ambon terima 1.006 mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027 pastikan pemerataan pendidikan - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Ambon menerima 1.006 mahasiswa baru pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027 yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku untuk memastikan pemerataan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

Direktur UT Ambon Yuli Tirtariandi El Anshori di Ambon, Sabtu, mengatakan sebaran mahasiswa baru tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat Maluku terhadap akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan dapat menjangkau wilayah kepulauan.

“Jumlah mahasiswa baru kita semester ini 1.006 orang, tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku,” kata Yuli.

Menurut dia, karakteristik wilayah Maluku sebagai provinsi kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT memungkinkan masyarakat di berbagai daerah tetap memperoleh kesempatan kuliah tanpa harus berpindah tempat tinggal ke pusat-pusat pendidikan.

“UT hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan untuk mengikuti pendidikan tinggi secara konvensional. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, mereka tetap bisa kuliah dari daerah masing-masing,” ujarnya.

Dirinya mengatakan dari total mahasiswa baru tersebut, sekitar 250 orang yang berdomisili di Pulau Ambon dan sekitarnya mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) secara luring di Ambon pada 15-16 Agustus 2026.

Sementara mahasiswa baru yang berada di kabupaten/kota lainnya diarahkan mengikuti OSMB dan PKBJJ secara daring.

Ia menjelaskan, OSMB dan PKBJJ bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi menjadi tahap awal untuk membangun kesiapan mahasiswa menghadapi pola belajar mandiri yang menjadi karakter utama pendidikan di UT.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa diberikan pemahaman bagaimana belajar mandiri dan mengikuti sistem pendidikan jarak jauh yang dijalankan UT,” katanya.

Dalam PKBJJ, mahasiswa dibekali kemampuan mengatur waktu belajar, memahami Buku Materi Pokok (BMP) atau modul pembelajaran, memanfaatkan teknologi pembelajaran, hingga mempersiapkan diri menghadapi evaluasi hasil belajar dan ujian akhir semester.

Dia menilai kemampuan mengelola waktu menjadi penting karena sebagian mahasiswa UT merupakan pekerja yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan pendidikan.

“Kenapa masyarakat memilih kuliah di UT, salah satunya karena fleksibilitas. Mereka yang sudah bekerja tetapi belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan bisa bekerja sambil kuliah karena proses pembelajaran tidak mengganggu aktivitas sehari-hari,” katanya.

Selain fleksibilitas, menurut Yuli, keterjangkauan biaya menjadi faktor lain yang membuat UT dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

Untuk jalur umum, biaya pendaftaran UT sebesar Rp100 ribu, sedangkan biaya kuliah rata-rata sekitar Rp1,3 juta per semester. UT juga tidak memberlakukan uang gedung maupun sumbangan pengembangan institusi.

“Dari sisi biaya, UT sangat terjangkau. Tidak ada uang gedung atau sumbangan pengembangan institusi,” ujarnya.

Ia mengatakan UT saat ini menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Maluku karena mampu menggabungkan akses, fleksibilitas dan keterjangkauan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

Direktur berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan fleksibilitas pembelajaran UT secara bertanggung jawab sehingga kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang tersedia dapat diikuti dengan keberhasilan menyelesaikan studi dan meningkatkan kompetensi untuk memasuki dunia kerja.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.