gop-crypto.vip

Ustadz Luthfi : Orang populer itu cape atau sengsara - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan, bahwa orang populer itu pada hakikatnya cape atau sengsara. 

"Memang orang populer  kelihatannya enak, namu pada hakikatnya yang bersangkutan itu cape atau sengsara," tegas Ustadz Luthfi dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah Shalat Subuh, Sabtu. 

Pasalnya, lanjut Usradz Luthfi, kalau orang populer pada umumnya sibuk melayani mereka yang mau kenal atau urusan lain sehingga terpaksa melakukan pengaturan dengan sistem jadwal terima tamu. 

Ustadz yang pernah menuntut ilmu agama ke Pulau Jawa seperti Bangil, Jawa Timur (Jatim) tersebut mengemukakan itu dalam kajian rutin "Kalam Hikmah" Ibnu Athaillah Askandari, seorang filosof dunia Islam dari Mesir lebih kurang pada abad XII.

Baca juga: Ustadz Luthfi ungkap rahasia amalan berbuah manis

Oleh sebab itu, lanjut ustadz muda tersebut, seseorang yang ilmu kalam (ilmu agama) tinggi tak ingin populer atau mau menyembunyikan kepopulerannya yang dalam bahasa agama "khumul" dan dalam bahasa Banjar, Kalsel "kada (tidak) mau batampai (terlihat orang)".

Ustadz keluaran Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura (40 km dari Banjarmasin), ibukota Kabupaten Banjar, Kalsel itu menerangkan, bahwa khumul ada yang berhubungan dengan amal dan ada pula kontekstualnya dengan jiwa atau diri. 

Ia menambahkan, terkait dengan menyembunyikan amal, karena yang bersangkutan menghindari ria atau sifat hujub. "Karena mereka mengetahui, bahwa ria membuat amal percuma," demikian Ustadz Luthfi Syarkawi Thayib.

Baca juga: Ustadz Luthfi kembali ungkit tentang ikhlas

Terkait khumul amal, sebagai ilustrasi atau contoh antara lain sosok Tuan Guru Haji Syarwani Abdan atau Guru Bangil, Jatim tidak memperlihatkan keilmuan tinggi seperti tentang "Nur Muhammad".

Pada Subuh Sabtu pekan sebelumnya kajian Kalam Hikmah Ibnu Athaillah mengenai ikhlas yang merupakan rohnya amal. 

Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah Shalat Subuh, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.