gop-crypto.vip

Upin Ipin Sindir Kabut Asap: Udara Bersih Hak Semua

CNN Indonesia

Selasa, 20 Okt 2026 15:30 WIB

Upin dan Ipin soal Kabut Asap (2026).
Upin dan Ipin kembali menyuarakan keresahan terkait isu polusi dan kabut asap kebakaran hutan di Indonesia yang masih menyelimuti Malaysia. (Les' Copaque)

Jakarta, CNN Indonesia --

Upin dan Ipin kembali menyuarakan keresahan terkait isu polusi dan kabut asap kebakaran hutan di Indonesia yang masih menyelimuti Malaysia.

Kritik sosial bernada sindiran halus itu disampaikan lewat sebuah poster kampanye digital yang menuntut hak atas lingkungan dan kualitas udara yang sehat bagi anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam poster tersebut, karakter si kembar digambarkan tengah berbaring santai dan tersenyum di hamparan rumput hijau dengan latar awan dan langit biru yang cerah.

"Udara bersih hak semua," tulisan di poster tersebut.

Terdapat pula kalimat penegasan tambahan di dalam poster yang menyatakan bahwa anak-anak seperti mereka berhak untuk tumbuh besar dengan menghirup udara yang bersih.

Keresahan ini makin dipertegas melalui keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut, di mana mereka secara gamblang menyinggung soal pemicu utama bencana kabut asap.

"Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada," bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut. "Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," lanjut kutipan itu.

[Gambas:Video CNN]

Menariknya, kampanye lingkungan dari karakter yang sangat populer di Indonesia ini turut menyertakan tagar spesifik berbunyi #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN.

Penyematan tagar tersebut seolah menjadi sentilan tajam terhadap krisis kabut asap lintas negara yang kerap berulang dan menyelimuti kawasan Asia Tenggara akibat praktik pembakaran hutan.

The Star pada Selasa (20/10) memberitakan 29 wilayah di seluruh Malaysia mencatat indeks Pencemar Udara (API) yang tidak sehat pada pukul 08.00, dengan Batu Muda di Wilayah Federal Kuala Lumpur mencatat angka tertinggi yaitu 172.

Menurut portal Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) Departemen Lingkungan Hidup, tujuh wilayah di Johor juga mencatat tingkat API yang tidak sehat, yaitu Larkin (157), Pasir Gudang (156), Kota Tinggi (154), Kluang (151), Pengerang (151), Tangkak (131) dan Batu Pahat (130).

Di Selangor, lima wilayah mencatat kualitas udara tidak sehat, yaitu Johan Setia (171), Petaling Jaya (166), Shah Alam (165), Klang (162) dan Banting (158).

Di Pahang, lima wilayah mencatat pembacaan API tidak sehat dengan Rompin di 153, Balok Baru di Kuantan (152), Jerantut (137), Indera Mahkota di Kuantan (125) dan Temerloh (103).

Sementara di Negri Sembilan tercatat tiga wilayah mencatat pembacaan API tidak sehat, yaitu Nilai mencatat pembacaan API 165, disusul Seremban (159) dan Port Dickson (145).

Di Melaka, Bukit Rambai (163), Alor Gajah (155) dan Bandaraya Melaka (152) mencatat pembacaan API yang tidak sehat.

Selain Batu Muda, Cheras di Wilayah Federal Kuala Lumpur, mencatat pembacaan API sebesar 164, sedangkan di Perak, Tasek Ipoh dan Pegoh Ipoh mencatat pembacaan API masing-masing sebesar 155 dan 152.

(chri)