Unsoed dorong Dawet Ayu Banjarnegara tembus pasar digital
Unsoed dorong Dawet Ayu Banjarnegara tembus pasar digital
Sabtu, 22 Agustus 2026 10:18 WIB
Inovasi Dawet Ayu Instan yang dikembangkan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan Politeknik Banjarnegara. ANTARA/HO-Unsoed
Kemasan tersebut memberikan alternatif penyajian yang lebih praktis
Purwokerto (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong pengembangan Dawet Ayu Banjarnegara melalui penerapan teknologi tepat guna, inovasi kemasan, penguatan tata kelola usaha, dan pemasaran digital.
Program “Pengembangan Dawet Ayu sebagai Produk Tradisional Unggulan Banjarnegara Menjadi Minuman Instan Berbasis Teknologi Semi Otomatis Tahun Ke-2” diarahkan untuk mempertahankan identitas Dawet Ayu sekaligus meningkatkan kepraktisan, mutu, dan daya saing produk tradisional tersebut.
Ketua tim pelaksana Prof Dr Rifda Naufalin SP MSi bersama anggota Rumpoko Wicaksono SP MP, dan Prof Dr Icuk Rangga Bawono SE MSi yang merupakan akademisi Unsoed serta Dwi Ari Cahyani STP MP dari Politeknik Banjarnegara mengembangkan inovasi melalui pendekatan yang memadukan teknologi pengolahan, kemasan, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
Pada tahun kedua pelaksanaan, salah satu inovasi yang dikembangkan berupa kemasan botol dan kaleng. Kemasan tersebut memberikan alternatif penyajian yang lebih praktis sekaligus diharapkan meningkatkan daya tarik Dawet Ayu, khususnya bagi konsumen generasi muda.
Selain kemasan, tim memperkenalkan teknologi tepat guna berupa food dehydrator untuk mendukung pengembangan Dawet Ayu menjadi produk instan.
Teknologi pengeringan tersebut membuka peluang produk memiliki bentuk lebih praktis dan jangkauan distribusi yang lebih luas.
Penerapan teknologi juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses produksi yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual. Penggunaan peralatan tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pengembangan kapasitas usaha.
Pengembangan produk diikuti penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi dan operasional, pelatihan pembukuan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pendampingan dilakukan agar pelaku UMKM mampu mengelola produksi dan keuangan secara lebih tertata.
Perhitungan HPP membantu pelaku usaha mengetahui biaya produksi secara tepat sehingga dapat menentukan harga jual secara rasional. Sementara SOP diperlukan untuk menjaga konsistensi tahapan produksi dan mutu ketika kapasitas usaha berkembang.
Dari sisi pemasaran, tim mendorong pemanfaatan berbagai kanal digital, antara lain ShopeeFood untuk memudahkan konsumen melakukan pemesanan. Promosi juga diperkuat melalui Instagram dan TikTok, dilengkapi video promosi serta katalog digital.
Pemanfaatan kanal digital diharapkan memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan Dawet Ayu sebagai produk khas Banjarnegara kepada konsumen yang terbiasa mencari informasi dan melakukan transaksi melalui perangkat digital.
Tim juga telah mengembangkan diversifikasi Dawet Ayu menggunakan bahan alami, seperti bunga telang dan bunga kecombrang, yang menghasilkan tampilan serta karakter produk berbeda.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa produk tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas. Cita rasa dan karakter Dawet Ayu tetap dipertahankan, sedangkan teknologi, kemasan, dan strategi pemasaran disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara, serta mitra UMKM Dawet Mba Ida dan Peralatan Dawet Rf.
Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku UMKM diarahkan untuk memperkuat inovasi produk, teknologi pengolahan, kemasan, tata kelola, serta strategi pemasaran Dawet Ayu sebagai produk unggulan daerah.
Program tersebut terlaksana melalui skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dengan dukungan Unsoed melalui LPPM Unsoed.
Melalui program tersebut, Dawet Ayu diharapkan tidak hanya tetap menjadi minuman khas Banjarnegara, tetapi berkembang menjadi produk yang lebih praktis, menarik, dan memiliki peluang pasar lebih luas dengan tetap membawa identitas daerah asalnya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.