gop-crypto.vip

UMS bekali pekerja migran Indonesia di Korea Selatan melalui literasi keuangan dan kesehatan

UMS bekali pekerja migran Indonesia di Korea Selatan melalui literasi keuangan dan kesehatan

Jumat, 4 September 2026 16:37 WIB

Image Print

Cek Kesehatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Tim UMS. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat Indonesia, termasuk bagi warga yang bekerja di luar negeri.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI), UMS bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Korea Selatan menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan dan kesehatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Falah, Korea Selatan, tersebut diikuti para PMI yang bekerja di berbagai wilayah Korea Selatan. Tim PkM-KI UMS dalam kegiatan ini diketuai oleh Wahyu Utami.

Kegiatan tersebut hadir sebagai upaya memberikan bekal kepada PMI dalam mengelola penghasilan, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan masa kerja di Korea Selatan.

“Berada jauh dari keluarga dan tanah air, PMI tidak hanya dituntut untuk bekerja secara produktif, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dan menjaga kondisi kesehatan. Oleh karena itu, literasi keuangan dan kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kehidupan setelah purna tugas,” kata Wahyu Utami, Jumat.

Dalam sesi literasi keuangan, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan pentingnya perencanaan masa depan finansial melalui tiga fondasi utama, yakni disiplin dalam menyusun anggaran, otomatisasi dalam menabung dan berinvestasi, serta proteksi sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu dilakukan secara konsisten, terutama bagi PMI yang tengah mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke Indonesia.

"Kunci perencanaan masa depan finansial adalah disiplin anggaran, otomatisasi, dan proteksi. Ketiganya harus dijalankan secara konsisten dan disertai persiapan purna tugas, agar saat kembali ke Indonesia kita tidak memulai semuanya dari nol," ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Puspo, menyampaikan ketertarikannya untuk mulai berinvestasi di pasar saham. Namun, ia masih memiliki kekhawatiran terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi nilai investasi.

Menanggapi hal tersebut, Andy menyarankan agar investor pemula memahami tujuan dan strategi investasi yang dipilih. Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan, menurutnya, adalah investasi dengan memperhatikan potensi dividen.

"Investasi yang tepat untuk pemula adalah berfokus pada dividen. Pilihlah saham perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen, sehingga kita tetap memperoleh imbal hasil meskipun harga saham berfluktuasi," jelasnya.

Selain investasi saham, Andy juga memberikan gambaran mengenai peluang investasi tanah, khususnya di sejumlah kawasan sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Topik tersebut menjadi relevan karena sebagian peserta kegiatan berasal dari wilayah tersebut.

Investasi aset, menurutnya, dapat menjadi salah satu alternatif bagi PMI dalam mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke Indonesia, termasuk untuk memiliki tempat tinggal maupun membangun kemandirian ekonomi.

Melalui Program PkM-KI ini, lanjutnya, UMS menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat hingga tingkat internasional. Kolaborasi dengan IKMI Korea Selatan diharapkan dapat terus berkembang sebagai kemitraan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan PMI, baik dari aspek keuangan, kesehatan, maupun persiapan kehidupan setelah kembali ke Indonesia.

Pengurus IKMI Korea Selatan, Rizal, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan tim PKM-KI UMS. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan wawasan baru dan menjadi bekal penting bagi PMI dalam merencanakan masa depan.

"Semoga ilmu yang didapat hari ini dapat kami praktikkan, baik selama bekerja di Korea maupun saat kembali ke Indonesia," ungkap Rizal.


Tidak hanya membahas persoalan keuangan, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan. Pada sesi penutup, Heppy memandu pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta.

Pemeriksaan yang digelar pada Sabtu (29/8) tersebut menjadi bagian dari upaya mengingatkan PMI bahwa kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola finansial, tetapi juga kondisi kesehatan yang perlu dijaga selama menjalani aktivitas dan pekerjaan di perantauan.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.