UMPR gelar Baitul Arqam Dasar bagi dosen dan pegawai
UMPR gelar Baitul Arqam Dasar bagi dosen dan pegawai
Senin, 28 September 2026 12:13 WIB
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) memperkuat kaderisasi dan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui pelaksanaan Baitul Arqam Dasar bagi dosen dan pegawai di Aula Kampus 1 UMPR, Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026. (ANTARA/UMPR.)
Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) memperkuat kaderisasi dan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui pelaksanaan Baitul Arqam Dasar bagi dosen dan pegawai di Aula Kampus 1 UMPR, Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026.
"Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMPR tersebut diikuti sebanyak 35 peserta yang berasal dari berbagai fakultas dan direktorat di lingkungan UMPR," kata Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMPR, Prof Dr Bulkani MPd di Palangka Raya, kemarin.
Baitul Arqam Dasar menjadi salah satu upaya pembinaan bagi sumber daya manusia di lingkungan UMPR agar tidak hanya memahami nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam menjalankan tugas, membangun hubungan antarsesama, serta memberikan pengabdian melalui Amal Usaha Muhammadiyah.
Bulkani mengatakan Baitul Arqam tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan untuk menambah pengetahuan tentang Muhammadiyah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesadaran dan karakter warga perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Yang kita harapkan bukan sekadar bertambahnya pengetahuan tentang Muhammadiyah, tetapi bagaimana pemahaman itu membentuk sikap, perilaku, dan cara kita menjalankan amanah. Karena menjadi bagian dari UMPR berarti juga menjadi bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan pekerjaan,” ujarnya.
Menurutnya, kaderisasi menjadi penting karena keberlangsungan Muhammadiyah, termasuk amal usahanya, tidak hanya ditentukan oleh sistem dan kelembagaan, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang memahami nilai dan tujuan perjuangan persyarikatan.
“Dari Baitul Arqam ini kita ingin membangun kesadaran bahwa bekerja di Muhammadiyah bukan semata-mata bekerja untuk institusi, tetapi juga merupakan bagian dari pengabdian dan dakwah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMPR, Dr Lilik Kholisotin MAg, mengatakan Baitul Arqam tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kedekatan antarsesama warga UMPR.
“Harapannya setelah kegiatan ini, kita tidak hanya membawa pulang materi, tetapi juga membawa semangat untuk lebih saling mengenal, lebih sering bertegur sapa, dan membangun komunikasi yang baik di lingkungan UMPR. Karena kita ini berada dalam satu rumah, satu Amal Usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Lilik mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan pesan zikir, fikir, dan amal yang menjadi bagian penting dalam kegiatan. Zikir menjadi penguatan spiritual, fikir mendorong warga UMPR untuk terus belajar dan memahami persoalan, sedangkan amal diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama.
“Jadi setelah ini jangan sampai selesai Baitul Arqam, selesai juga silaturahminya. Kalau bertemu di lingkungan kampus, mari saling menyapa. Dari hal-hal sederhana seperti bertegur sapa, saling mengenal, dan saling membantu, mudah-mudahan tumbuh suasana kerja yang lebih nyaman, hangat, dan penuh kebersamaan,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Baitul Arqam dapat terus dibawa dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan UMPR, sehingga kaderisasi tidak berhenti pada kegiatan dua hari, tetapi berlanjut dalam perilaku dan budaya kerja.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan lima materi yang dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai agama, ibadah, dakwah, budaya kerja, hingga kehidupan berorganisasi dalam perspektif Muhammadiyah.
Pada hari pertama, Jumat (25/9), peserta mengikuti materi Paham Agama dalam Muhammadiyah yang disampaikan M Zuhri, SHI MPdI. Materi kemudian dilanjutkan dengan Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih (Ibadah Menurut Muhammadiyah) yang disampaikan Dr M Yamin Mukhtar Lc MPdI.
Memasuki hari kedua, Sabtu (26/9), peserta mendapatkan materi Peran PTM bagi Dakwah dan Kaderisasi Muhammadiyah yang disampaikan Prof Dr Mazrur MPd.
Selanjutnya, materi PHIWM sebagai Landasan Nilai dan Budaya Kerja Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah disampaikan Prof Dr Ahmad Syar’i MPd. Rangkaian materi kemudian ditutup dengan Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah yang disampaikan Drs Mulyono MPd.
Rangkaian materi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap Muhammadiyah secara kelembagaan, tetapi juga menghubungkannya dengan peran dosen dan pegawai sebagai bagian dari sumber daya manusia yang menjalankan Amal Usaha Muhammadiyah.
Melalui Baitul Arqam Dasar, UMPR berharap kaderisasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan, dengan membangun warga kampus yang memiliki penguatan spiritual, kemampuan berpikir, dan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam amal nyata.
Baca juga: Fakultas Teknik UMPR perkuat peran generasi muda dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Kalteng
Baca juga: UMPR monev 24 penelitian pendanaan DPPM tahun anggaran 2026
Baca juga: AKMPR sambut 127 mahasiswa angkatan pertama melalui AKMPR ACTIVE
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.