gop-crypto.vip

Umat Buddha Tulungagung gelar ritual Fang Sheng - ANTARA News Jawa Timur

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Puluhan siswa Sekolah Minggu Buddhis (SMB) Wihara Buddha Loka Theravada Tulungagung mengikuti ritual Fang Sheng dengan melepaskan ikan ke aliran sungai di kawasan wisata Mbalong Kawok, Desa Sumberejo Kulon, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu.

Ritual tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran keagamaan sekaligus pengenalan nilai kepedulian terhadap makhluk hidup bagi para siswa SMB. Sebelum pelepasan, umat dan siswa terlebih dahulu mengikuti doa bersama.

Pembina Rohaniawan Wihara Buddha Loka Theravada Tulungagung Pandita Sugianto mengatakan Fang Sheng tradisi umat Buddha yang dimaknai sebagai bentuk welas asih terhadap makhluk hidup dengan membebaskannya kembali ke alam.

"Tujuannya sesuai niat kita membebaskan makhluk hidup ke alam dan tidak lagi terjerat serta bisa berkembang biak dengan baik," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, umat dan siswa melepaskan sekitar lima kilogram ikan dan belut yang telah disiapkan sebelumnya. Pelepasan dilakukan secara bersama-sama setelah rangkaian doa selesai.

Sugianto mengatakan jenis hewan yang dilepaskan dalam kegiatan Fang Sheng disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat pelepasan. Sebelumnya, umat juga pernah memilih burung sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

"Biasanya kami juga melepaskan burung, namun karena lokasi dekat sawah kami khawatir burung akan menjadi hama petani. Untuk itu kami melepaskan ikan dan belut," ujarnya.

Pemilihan ikan dan belut sebagai objek pelepasan juga mempertimbangkan lingkungan sekitar sehingga kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya petani di kawasan Mbalong Kawok.

Menurut dia, Fang Sheng tidak hanya dimaknai sebagai pelepasan hewan, tetapi juga menjadi sarana bagi umat untuk mengembangkan sikap welas asih dan kepedulian terhadap kehidupan.

Ia mengatakan umat Buddha meyakini kehidupan memiliki berbagai kondisi, termasuk suka dan duka. Melalui kegiatan tersebut, umat diingatkan untuk mengembangkan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

"Kebajikan menghasilkan kebahagiaan, kejahatan menghasilkan penderitaan. Bila semua diawali kebaikan, maka akan memperoleh kepuasan dan kebahagiaan," katanya.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap makhluk hidup, kegiatan tersebut juga menjadi doa dan harapan agar umat dijauhkan dari berbagai bencana serta marabahaya. Nilai kebajikan yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan umat dalam menjalankan ajaran agamanya.

Kegiatan pelepasan ikan dan belut berlangsung sederhana dengan melibatkan para siswa SMB dan umat Wihara Buddha Loka Theravada Tulungagung. Setelah doa bersama, mereka secara bergantian melepaskan hewan tersebut ke aliran sungai.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.