Tyson Fury dan Anthony Joshua Diprediksi Pensiun usai Duel
Bagikan:
JAKARTA – Mantan petinju kelas berat Inggris, Dillian Whyte, memprediksi Tyson Fury dan Anthony Joshua (AJ) kemungkinan akan mengakhiri karier mereka setelah menjalani duel yang telah lama dinantikan pada tahun ini.
Fury dan Joshua diperkirakan akan naik ring pada November 2026 untuk merebut status siapa petarung kelas berat terbaik di Inggris Raya. Keduanya pun telah melewati pertarungan pemanasan masing-masing sehingga tinggal meneken kontrak untuk bertemu.
"Secara potensial, kedua petinju bisa saja menggantung sarung tinju mereka setelah pertarungan," ujar Whyte dilansir dari Sky Sports.
Prediksi tersebut kemungkinan besar akan benar terjadi. Pasalnya, usia dan perjalanan panjang karier mereka membuat keduanya mulai memasuki fase akhir sebagai petinju profesional.
BACA JUGA:
Joshua sebelumnya harus dua kali bangkit dari kanvas untuk menghentikan Kristian Prenga pada ronde kedua akhir pekan kemarin. Sementara itu, Fury menghadapi Mariusz Wach (46 tahun) dan meraih kemenangan melalui penghentian pada ronde ketujuh.
Whyte yang pernah menghadapi Fury dan Joshua menilai hasil pertarungan antara kedua tersebut sulit diprediksi. Ia menilai Fury memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, sedangkan Joshua masih mempunyai kekuatan pukulan yang dapat menjadi ancaman serius.
"Sulit untuk mengatakan siapa yang akan menang. Saya akan memilih Fury menang angka atau AJ menang melalui penghentian," kata dia.
Whyte menilai Fury dan Joshua telah meraih hampir semua pencapaian penting dalam karier mereka. Fury pernah menjadi juara dunia kelas berat, sedangkan Joshua merupakan juara dunia terpadu.
Joshua baru kembali naik ring setelah sebelumnya mengalami kecelakaan mobil pada Desember 2025 yang menewaskan dua sahabat dekatnya, Sina Ghami dan Latif Ayodele.
Dalam pertarungan comeback tersebut, Joshua sempat dijatuhkan Prenga hanya dalam 20 detik pertama. Whyte menilai kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa mantan rivalnya itu belum sepenuhnya siap secara mental untuk kembali menjalani karier profesional.
"Prenga mungkin bukan petinju terbaik di dunia, tetapi dia memiliki pukulan keras. Dalam tinju, siapa pun bisa jatuh. Saya juga sudah beberapa kali dijatuhkan dalam pertarungan berbeda," kata Whyte.
Whyte menilai persoalan Joshua kemungkinan lebih berkaitan dengan kondisi mental ketimbang menurunnya kemampuan menerima pukulan. Ia menyebut Joshua telah melalui banyak hal dalam beberapa waktu terakhir.
"Sulit untuk mengatakan apakah ketahanan terhadap pukulan sudah hilang. Saya pikir ini lebih kepada persoalan mental. Dia berada dalam kondisi mental setelah melalui banyak hal," ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+