gop-crypto.vip

Trump Siapkan Serangan Besar ke Iran? Harga Minyak Tembus USD100

Gejolak tersebut turut mengguncang pasar minyak dunia. Harga minyak mentah Brent kembali menembus USD100 per barel, level yang terakhir kali dicapai sekitar dua bulan sebelumnya.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru karena dua jalur pelayaran strategis dunia, yakni Selat Hormuz dan Laut Merah, berpotensi menghadapi gangguan secara bersamaan.

Trump Pertimbangkan Serangan "Lebih Besar dari Sebelumnya"

Dalam wawancara dengan media AS, Axios, pada 23 Juli waktu setempat, Trump mengaku tengah mempertimbangkan serangan besar terhadap Iran.

"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar," kata Trump. Ia bahkan menyebut operasi tersebut dapat menjadi serangan yang "lebih besar dari sebelumnya".

Trump juga mengungkapkan bahwa keputusan akhir belum diambil, tetapi persiapan untuk menghadapi kemungkinan operasi militer telah dilakukan.

"Saya sudah dekat untuk mengambil keputusan, dan kami semua sudah siap untuk itu," ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi memasuki fase baru. Jika terealisasi, serangan berikutnya dapat memiliki skala lebih besar dibandingkan operasi militer sebelumnya.

Trump Sebut Israel Bisa Bergabung dalam Hitungan Menit

Trump juga mengklaim Israel siap bergabung dalam operasi militer jika Washington memintanya.

"Jika saya meminta mereka, Israel akan bergabung dalam dua menit," kata Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan negara lain untuk melancarkan serangan.

Trump juga menyadari bahwa keterlibatan Israel dapat menimbulkan konsekuensi serius, terutama karena Iran berpotensi melancarkan serangan balasan terhadap Israel maupun kepentingan AS di kawasan.

Di sisi lain, Trump mengklaim Iran sebenarnya menginginkan perundingan. Namun, menurutnya, Washington belum bersedia mencapai kesepakatan karena Teheran dinilai belum mendapatkan tekanan yang cukup.

"Mereka belum merasakan cukup penderitaan," kata Trump.

Houthi Serang Kapal Tanker Arab Saudi

Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan itu terjadi di tengah upaya Arab Saudi mengalihkan sebagian jalur pengiriman minyak melalui pesisir Laut Merah sebagai alternatif setelah gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Trump kemudian memperingatkan Iran terkait aktivitas Houthi terhadap kapal komersial.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan Iran akan ikut bertanggung jawab jika Houthi kembali menyerang kapal-kapal dagang.

Trump bahkan mengancam akan memberikan respons militer.

"Iran akan menghadapi pembalasan militer yang berat, dan Houthi juga akan menjadi sasaran," kata Trump.

Peringatan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas dan mengancam jalur perdagangan internasional.

Harga Minyak Brent Tembus USD 100

Pasar energi langsung merespons meningkatnya ketegangan geopolitik.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September sempat mencapai USD 100,05 per barel, naik sekitar 6,4 persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan tersebut membuat Brent kembali menembus level USD 100 untuk pertama kalinya sejak 26 Mei.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3,8 persen menjadi USD90,12 per barel.

Dalam tiga pekan terakhir, harga Brent telah melonjak lebih dari 30 persen dari kisaran USD71 per barel pada awal bulan.

Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak global apabila konflik AS-Iran semakin meluas.

Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb Jadi Sorotan

Dua jalur pelayaran kini menjadi titik paling krusial dalam perkembangan konflik, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman energi dari kawasan Teluk Persia ke pasar global. Sementara itu, Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu jalur penting perdagangan antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Jika Bab el-Mandeb kembali mengalami gangguan serius, jalur alternatif Arab Saudi untuk mengirim minyak melalui kawasan Laut Merah juga dapat terdampak.

Gangguan pada kedua jalur tersebut secara bersamaan berpotensi mengurangi pasokan energi global dan memicu kenaikan harga minyak yang lebih tinggi.

Dampaknya tidak berhenti pada sektor energi. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi, mendorong inflasi, serta mengganggu rantai pasok dan perdagangan internasional.

DPR AS Bahas Otorisasi Perang dengan Iran

Eskalasi konflik juga memicu perdebatan politik di Washington.

Dewan Perwakilan Rakyat AS atau House of Representatives dilaporkan telah meloloskan resolusi yang mengharuskan pemerintahan mendapatkan persetujuan Kongres sebelum melakukan perang terhadap Iran.

Resolusi tersebut disahkan dengan suara 214 berbanding 208. Senat AS juga diperkirakan akan membahas resolusi serupa.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa potensi eskalasi konflik AS-Iran telah menjadi isu besar di dalam negeri Amerika Serikat, bukan hanya persoalan militer dan geopolitik.

Sumber: Asiatoday