gop-crypto.vip

Trump bakal terapkan tarif impor baru 10-12,5 persen untuk 60 negara - ANTARA News Bali

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan memberlakukan tarif baru sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap impor dari 60 negara paling cepat pada pekan ini.

Financial Times, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, melaporkan pada Selasa bahwa kebijakan baru itu dapat mulai berlaku setelah tarif 10 persen yang saat ini dikenakan pada sebagian besar impor AS yang berakhir pada Jumat.

Para pejabat disebut telah menyiapkan sejumlah opsi untuk dipertimbangkan oleh Trump.

Tarif tersebut dapat diberlakukan menyusul penyelidikan terkait dugaan penggunaan kerja paksa, yang akan memberikan dasar hukum bagi pemerintahan Trump untuk menghindari pembatasan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor sebelumnya yang diberlakukan Trump.

Laporan itu menambahkan bahwa besaran tarif awal diperkirakan tetap mendekati level saat ini, yakni 10 persen, sementara pemerintah melanjutkan penyelidikan perdagangan terpisah yang nantinya dapat menjadi dasar untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi.

Namun, sejumlah pejabat senior disebut menyarankan Trump agar tidak meningkatkan ketegangan dagang secara tajam dan tetap mempertahankan kesepakatan yang telah dicapai dengan mitra dagang AS pada 2025.

Para pejabat itu memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu gejolak ekonomi di tengah kenaikan harga bahan bakar dan tingginya biaya hidup menjelang pemilu paruh waktu.

Adapun pada 3 Juni, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) menyatakan bahwa pemerintahan Trump mengusulkan tarif baru atas impor dari 60 negara dengan alasan kekhawatiran terkait dugaan penggunaan kerja paksa.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.