Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik-Jembatan Jika Iran Serang Kapal di Selat Hormuz
Bagikan:
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik setiap kali Iran menargetkan kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz—baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun perangkat atau senjata lainnya—Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam ibu kota Teheran," tulis Trump di Truth Social dilansir CNN, Rabu, 22 Juli.
Trump sebelumnya pernah mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran—tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang—termasuk dalam wawancara dengan Fox News pekan lalu, saat ia menyatakan AS akan melumpuhkan semua jembatan (Iran) kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 53 orang tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran sejak 6 Juli, di tengah meningkatnya kekerasan di kawasan tersebut bulan ini.
Hampir 600 orang lainnya terluka di Iran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Rabu, 22 Juli.
Washington meningkatkan serangan terhadap Iran awal bulan ini setelah Teheran menyerang sejumlah kapal komersial di sepanjang Selat Hormuz—jalur perairan vital yang telah menjadi alat tawar-menawar dalam negosiasi alot antara pihak-pihak yang bertikai.
Pentagon menyatakan selama akhir pekan, setidaknya tiga personel militer AS tewas dalam serangan Iran di kawasan tersebut. AS juga menemukan jenazah tak dikenal di Yordania setelah seorang personel militer sebelumnya dinyatakan hilang dalam tugas.
BACA JUGA:
Sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan balasan atas serangan AS degnan pihaknya menargetkan peralatan militer AS di dua pangkalan Yordania.
IRGC menyebutkan Pangkalan Raja Faisal di Kegubernuran Ma'an dan Pangkalan Pangeran Hassan di Kegubernuran Mafraq diserang menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) sebagai tanggapan atas serangan udara dan rudal AS terhadap Iran.
Dilansir dari CNN, Rabu, 22 Juli, IRGC mengklaim menargetkan fasilitas yang mempersiapkan jet F-15, drone MQ-9, dan helikopter AS. Tidak ada bukti yang mendukung klaim Iran tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+