gop-crypto.vip

Trimegah Bidik Investor Obligasi Lewat Pembaruan Aplikasi Trima+

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai lebih dari 28,9 juta Single Investor Identification (SID) hingga Juni 2026.

Baca Juga: OJK Buka Peluang Investasi UMKM dan Pengembangan Digital Ekonomi

Namun, investor obligasi baru mencakup sekitar 5,32% dari total investor pasar modal, menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan instrumen pendapatan tetap di Indonesia.

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Anung Rony Hascaryo, mengatakan kebutuhan investor kini tidak lagi sebatas kemudahan melakukan transaksi. Investor juga membutuhkan akses terhadap beragam instrumen investasi serta informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

"Kebutuhan investor terus berkembang. Saat ini mereka tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga akses terhadap berbagai instrumen investasi dan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan investasi. Melalui Trima+, kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan dapat mendukung investor dalam setiap tahap investment journey mereka," ujar Anung dalam konpres nya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Melalui pembaruan tersebut, Trima+ memungkinkan investor mengakses saham, reksa dana, hingga obligasi dalam satu aplikasi. Perseroan juga memperbarui tampilan antarmuka (UI/UX), menghadirkan proses pembukaan rekening secara digital (in-app registration), serta menyempurnakan berbagai fitur untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah layanan transaksi obligasi yang mencakup obligasi korporasi, Surat Berharga Negara (SBN), hingga obligasi di pasar sekunder.

Trimegah mengklaim menjadi perusahaan sekuritas pertama di Indonesia yang menyediakan layanan pembelian IPO obligasi korporasi secara online melalui aplikasi. Selain itu, aplikasi tersebut juga menghadirkan mekanisme Bid & Offer untuk transaksi obligasi di pasar sekunder sehingga investor dapat menentukan sendiri harga beli maupun jual sesuai target investasi.

Baca Juga: APINDO: ION Buka Peluang Baru UMKM Masuk Ekonomi Digital

Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan instrumen investasi bagi investor ritel sekaligus mendorong diversifikasi portofolio. Dibandingkan sejumlah instrumen lain, obligasi dikenal menawarkan karakteristik pendapatan yang lebih rutin serta fluktuasi harga yang relatif lebih stabil.

Pengembangan layanan obligasi juga didukung pengalaman Trimegah yang telah lebih dari 36 tahun beroperasi di pasar modal Indonesia. Sebagai Primary Dealer dan Mitra Distribusi Surat Berharga Negara, nilai transaksi SBN melalui Trimegah sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Selain obligasi, pembaruan Trima+ juga menghadirkan berbagai fitur pendukung investasi. Investor kini dapat mengikuti IPO saham maupun IPO obligasi langsung melalui aplikasi, memantau alokasi aset dan kinerja portofolio yang dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta mengakses informasi fundamental dan teknikal saham.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi berbagai konten edukasi dan informasi pasar, seperti Trima+ Highlights, Trima+ Ideas, dan Trima+ Picks, yang dirancang untuk membantu investor memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Anung mengatakan pengembangan Trima+ merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi sekaligus mendukung peningkatan literasi pasar modal.

"Ke depan, kami akan terus mengembangkan Trima+ agar tetap relevan dengan kebutuhan investor yang semakin dinamis serta mampu memberikan pengalaman investasi yang semakin baik," kata Anung.