gop-crypto.vip

Toyota Wajib Waspada! BYD Bisa Rebut Gelar Raja Otomotif Dunia Dalam 5 Tahun

Jakarta -

BYD bertekad untuk menjadi raja otomotif dunia menggeser Toyota. Bahkan, titel itu ditargetkan diraih dalam lima tahun ke depan.

Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li memperkirakan akan melampaui Toyota sebagai produsen mobil terlaris dunia dalam lima tahun ke depan. Pabrikan mobil listrik asal China itu menargetkan peningkatan penjualan di luar China, seperti di Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia.

Stella Li menyampaikan pernyataan ini tak lama setelah BYD mencapai volume produksi kumulatif kendaraan energi baru (NEV) sebanyak 17 juta unit. BYD memang telah melesat cepat. Produksi mobil ke-1 juta unit baru dicapai pada Mei 2021. Namun pada November 2024, produksi mobil secara kumulatif sudah tembus 10 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Financial Times, Stella Li menyebut bahwa BYD menetapkan target sebagai raja otomotif dunia berdasarkan pertumbuhan organik. Menurutnya, titel itu bisa dicapai tanpa bergantung pada pasar Amerika Serikat yang memberlakukan tarif tinggi buat mobil bikinan China.

Stella Li menyatakan bahwa BYD tidak perlu mengakuisisi produsen mobil untuk meningkatkan penjualan dan merebut posisi teratas dari Toyota. Jika ada peluang yang sesuai di masa depan, BYD tidak akan mengesampingkan kemungkinan mengakuisisi merek mewah Eropa. Namun saat ini belum ada target akuisisi spesifik.

Bulan lalu, founder and chairman BYD, Wang Chuanfu, mengumumkan rencana untuk melampaui Toyota dan menjadi produsen mobil terlaris di dunia dalam periode lima tahun ke depan. Menurut pimpinan perusahaan itu, hasil ini dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi pengisian daya secara cepat dan pertumbuhan pesat di luar negeri.

Tahun lalu, BYD menjual 4,55 juta mobil secara global. Sebagai perbandingan, Toyota menjual 10,5 juta unit (tidak termasuk Daihatsu dan Hino). Untuk tahun 2026, BYD menargetkan penjualan total NEV global sebesar 5 juta hingga 5,5 juta unit, termasuk 1,5 juta unit di luar China.

(rgr/dry)