Tok! Pemerintah Guyur Bonus Pensiun & Potong Pajak Penghasilan Rp16 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Portugal secara resmi telah menyetujui paket pemotongan pajak penghasilan pribadi dan suplemen pensiun satu kali bagi lebih dari dua juta pensiunannya. Paket bernilai total US$918 juta (Rp16,15 triliun) ini diberlakukan surut hingga Januari guna meredakan tekanan biaya hidup yang terus mencekik warga.
Mengutip Reuters, Jumat (18/9/2026), Perdana Menteri (PM) Luis Montenegro mengakui adanya kekhawatiran yang sah dari masyarakat, terutama atas lonjakan harga bahan bakar. Meski demikian, ia dengan tegas menolak langkah-langkah bantuan lebih luas yang didukung oleh pihak oposisi, termasuk pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan makanan pokok dari 6% menjadi nol, dengan alasan bahwa langkah tersebut akan sangat membahayakan keuangan negara.
"Kita harus menyeimbangkan kepekaan sosial dengan tanggung jawab anggaran, jangan harapkan saya atau pemerintah untuk menawarkan ilusi hari ini yang akan menelan biaya besar di masa depan," tegasnya.
Pilihan Redaksi
- Deal! Trump "Kunci" Greenland Selamanya, Musuh AS Dilarang Masuk
- Bom Guncang Masjid saat Salat Jumat, 27 Orang Tewas-Ini Pelakunya
- Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI
Adapun suplemen pensiun yang menelan biaya sekitar setengah dari total paket tersebut akan dibayarkan pada bulan Desember kepada lebih dari dua juta pensiunan yang menerima uang pensiun kotor bulanan hingga sekitar 1.600 euro. Nilai pembayarannya akan bervariasi, berkisar antara 200 euro untuk tingkat pensiun terendah hingga 100 euro untuk yang tertinggi.
Di sisi lain, pemerintah juga akan memotong pajak penghasilan pribadi bagi individu dengan penghasilan kena pajak tahunan hingga 43.090 euro. Pengurangan yang menelan biaya sekitar 400 euro juta per tahun ini akan diterapkan secara surut sejak bulan Januari dan mulai berlaku efektif pada November mendatang.
Meski warga yang berpenghasilan lebih tinggi pada praktiknya juga akan ikut mendapat manfaat dari tarif pajak yang lebih rendah melalui sistem pajak progresif Portugal, Montenegro memastikan bahwa fokus utama kebijakan ini tidak berubah.
"Langkah ini ditujukan terutama pada rumah tangga kelas menengah," ucap Montenegro.
Sebelumnya pada hari Kamis, Montenegro mengeklaim bahwa Portugal berada di jalur yang tepat untuk membukukan surplus anggaran pada tahun 2026 selama empat tahun berturut-turut, yang sekaligus sukses mengalahkan perkiraan awal pemerintah tentang anggaran berimbang.
Setelah mencetak surplus 0,7% pada tahun 2025 lalu, pemerintah minoritas kanan-tengah tersebut pada awalnya hanya berani menargetkan anggaran berimbang di tahun ini. Revisi target tersebut sebelumnya dibuat lantaran tingginya belanja publik guna mengatasi dampak rentetan badai dahsyat pada awal tahun dan untuk mengimbangi tekanan inflasi imbas kenaikan harga minyak global.
Saat ini, seluruh langkah relaksasi ini masih memerlukan persetujuan parlemen, namun diperkirakan akan dengan mudah mengamankan dukungan lintas partai demi memuluskan jalannya.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]