TNGC tutup sementara seluruh pendakian di Gunung Ciremai cegah karhutla - ANTARA News Megapolitan
Kuningan (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup sementara seluruh jalur pendakian gunung tersebut di Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat mulai 6 September 2026 untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kepala Balai TNGC Toni Anwar di Kuningan, Rabu, mengatakan penutupan aktivitas wisata pendakian tersebut diberlakukan sampai kondisi risiko kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai dinyatakan aman.
Ia menekankan, kebijakan tersebut, diambil untuk menekan potensi karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan keselamatan pengunjung.
"Penutupan sementara dilakukan untuk meminimalkan risiko karhutla akibat dampak musim kemarau," katanya.
Baca juga: Polda Jabar bangun shelter khusus di jalur pendakian untuk keselamatan pendaki di Gunung Ciremai
Menurut dia, penutupan seluruh jalur pendakian tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026.
Surat edaran tersebut, kata dia, mengatur penutupan sementara dan pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan.
Kebijakan Balai TNGC juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG tertanggal 30 Agustus 2026, mengenai larangan pendakian gunung dan hutan selama musim kemarau.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat, calon pendaki, mitra pengelola serta pengunjung untuk mematuhi ketentuan penutupan sementara ini," ujarnya.
Baca juga: 1.503 orang mendaki Gunung Ciremai saat libur Waisak
Selain menutup jalur pendakian, pihaknya menghentikan sementara layanan pemesanan daring wisata pendakian Gunung Ciremai mulai 1 September 2026.
Sementara itu, lanjut dia, pemesanan yang telah dilakukan dan dibayar sebelum 6 September 2026 akan ditindaklanjuti oleh admin melalui mekanisme penjadwalan ulang atau penyesuaian lainnya.
"Pemesanan yang sudah dibayar sebelum tanggal penutupan akan diatur lebih lanjut oleh admin, baik untuk reschedule maupun penyesuaian," katanya.
Toni juga meminta masyarakat dan pengunjung meningkatkan kewaspadaan, dengan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api di kawasan Gunung Ciremai selama musim kemarau.
"Kami meminta semua pihak tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.