gop-crypto.vip

Tingkat hunian kamar hotel di Jatim turun pada Juli - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur (Jatim) pada Juli sebesar 52,72 persen atau turun 1,51 poin dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 54,23 persen.

"TPK merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Herum mengatakan penurunan TPK pada Juli 2026 dipengaruhi oleh penurunan TPK yang terjadi pada kelas hotel bintang 3 dan 4 secara berturut-turut turun sebesar 2,75 poin dan 2,37 poin.

Angka TPK itu menunjukkan pada Juli 2026 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel bintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya antara 52 hingga 53 kamar telah terjual.

Sementara itu, kelas hotel bintang yang mengalami peningkatan secara berturut-turut yaitu bintang 1 sebesar 6,75, bintang 2 sebesar 0,47 dan bintang 5 sebesar 2,83.

Sedangkan TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Juli 2026 sebesar 23,85 persen atau turun 2,08 poin dibandingkan TPK bulan Juni 2026 yang sebesar 25,93 persen.

Dari 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur pada Juli 2026 terdapat tiga Kabupaten/Kota dengan TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kabupaten Tulungagung, Kota Mojokerto dan Kabupaten Gresik masing-masing sebesar 68,91 persen, 65,01 persen, serta 61,55 persen.

Di sisi lain, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Pasuruan, menjadi tiga kabupaten dengan nilai TPK hotel bintang terendah di Jawa Timur pada Juli 2026 masing-masing sebesar 16,51 persen; 33,64 persen; dan 35,64 persen.

Herum menjelaskan TPK hotel yang tinggi di suatu Kabupaten/Kota dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain letak strategis hotel yang dekat dengan pusat bisnis, destinasi wisata, atau fasilitas transportasi seperti bandara dan stasiun.

Selain itu, kualitas pelayanan yang baik, fasilitas lengkap, serta harga yang kompetitif juga menjadi daya tarik bagi tamu.

"Adanya kegiatan berskala besar, seperti konferensi, festival, atau musim liburan turut meningkatkan permintaan kamar," ujar dia.

Faktor lain yang berperan adalah promosi efektif melalui media digital dan kerja sama dengan agen perjalanan atau aplikasi pemesanan online sehingga hotel lebih mudah dijangkau oleh wisatawan maupun pelaku bisnis.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.