Tim Teknik Geologi ITB menangkan penghargaan Imperial Barrel Award 2026 - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Tim Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) memenangkan penghargaan Imperial Barrel Award (IBA) 2026, kompetisi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG).
Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima pada Kamis (20/8), penghargaan itu diterima pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dalam acara yang merupakan bagian rangkaian konferensi AAPG IMAGE 2026 di Houston, Texas, AS.
Selain meraih gelar juara, Tim ITB juga memperoleh hadiah sebesar USD 1.000 (atau sekitar Rp17,8 juta).
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo, yang juga merupakan alumnus Teknik Geologi ITB, menyambut gembira kemenangan tersebut.
"Semoga kemenangan ini dapat menular kepada mahasiswa Indonesia lainnya dan menjadi wahana pembuka menuju keberhasilan serta karier profesional geologi perminyakan Indonesia yang cemerlang," kata Indroyono.
Baca juga: Pakar ITB sebut Cimahi terancam krisis air bersih akibat masifnya eksploitasi air tanah
Tim Teknik Geologi ITB yang mengikuti kompetisi tersebut terdiri atas lima mahasiswa pascasarjana, yakni Arieq Bagus Putradinanti, Dinda Putri Khamisah, Mohammad Maghanthis Taqy, Fathan Khoiri Nujaih Siregar, dan Hammam Muhammad, di bawah bimbingan Prof. Benyamin Sapiie.
Kemenangan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di panggung akademik dan profesional dunia.
Imperial Barrel Award disebutkan tidak hanya menuntut penguasaan teori geologi, tetapi juga ketajaman analisis, kemampuan membaca dan mengintegrasikan data bawah permukaan, kerja sama tim, serta kemampuan menyampaikan argumentasi ilmiah secara efektif di hadapan para ahli dan praktisi industri.
Penghargaan Imperial Barrel Award dibentuk pada 1976 oleh Imperial College London, salah satu institusi pendidikan terkemuka dunia dalam bidang sains, teknologi, dan rekayasa.
Istilah Imperial merujuk pada institusi tersebut, sementara barrel atau barel merupakan satuan yang sangat erat dengan industri minyak dan gas.
Baca juga: Wow, ada helm pintar pendeteksi kantuk untuk pemotor?
Sejak awal, kompetisi itu diarahkan untuk mengasah kemampuan mahasiswa geosains dalam mengevaluasi potensi sumber daya energi bawah permukaan. Dalam pelaksanaannya, peserta dari berbagai universitas memperoleh paket data bawah permukaan yang dapat mencakup data seismik, informasi sumur migas, geologi regional hingga unsur geokimia.
Data tersebut kemudian harus dianalisis untuk menghasilkan interpretasi mengenai potensi sumber daya, risiko geologi dan rekomendasi pengembangan.
Tantangan tersebut membuat para peserta harus bekerja layaknya tim profesional.
Mereka dituntut membagi peran, mengintegrasikan berbagai jenis data, menyusun argumentasi teknis, mengambil kesimpulan dalam waktu terbatas, sekaligus mempresentasikannya secara meyakinkan di hadapan juri yang berasal dari kalangan ahli dan praktisi.
Oleh karena itu, penghargaan IBA dinilai penting untuk membentuk calon geoscientist yang akan memasuki berbagai sektor energi.
Baca juga: Jabar targetkan ratusan Warisan Takbenda Aman Dengan Suntikkan Riset sains dan teknologi
Kompetensi yang diasah dalam kompetisi ini tidak hanya relevan bagi industri minyak dan gas, tetapi juga semakin penting dalam pengembangan panas bumi, penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), serta berbagai bidang yang membutuhkan pemahaman mendalam terkait kondisi bawah permukaan bumi.
Kemenangan Tim Teknik Geologi ITB juga memiliki makna yang lebih luas bagi Indonesia. Sebagai negara dengan kompleksitas geologi yang luar biasa, Indonesia memiliki berbagai cekungan sedimen, sumber daya hidrokarbon, potensi panas bumi, serta dinamika tektonik yang membutuhkan sumber daya manusia unggul.
Kekayaan alam tersebut tidak cukup hanya ditopang oleh sumber daya fisik. Indonesia membutuhkan generasi ilmuwan dan profesional yang mampu memahami teori, mengolah data secara akurat, menilai peluang dan risiko, serta mengambil keputusan berbasis ilmu pengetahuan.
Prestasi ITB di Houston menunjukkan bahwa kapasitas tersebut tumbuh di Indonesia.
Mahasiswa Indonesia terbukti mampu membaca struktur bawah permukaan, mengevaluasi potensi sumber daya dan risiko eksplorasi, sekaligus mengomunikasikan hasil analisisnya dalam forum internasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai negara.
Pewarta: Katriana
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.