Tim Pembina Posyandu Lamandau: APE sebagai media pembelajaran edukatif
Tim Pembina Posyandu Lamandau: APE sebagai media pembelajaran edukatif
Jumat, 31 Juli 2026 19:36 WIB
Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamandau menyalurkan bantuan Alat Permainan Edukasi (APE) kepada Posyandu di Desa Bekonsu. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Nanga Bulik (ANTARA) - Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah dan jajaran menyalurkan bantuan Alat Permainan Edukasi (APE) kepada Posyandu di Desa Bekonsu, Kecamatan Lamandau sebagai upaya mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak usia dini.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, mengatakan pemberian APE tidak sekadar menjadi sarana bermain bagi anak, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.
“Melalui APE, kita berharap anak-anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, serta kreativitas sejak usia dini,” katanya.
Menurut dia, masa emas pertumbuhan anak merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Dengan transformasi tersebut, kata dia, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi, termasuk dalam bidang pendidikan.
“Oleh karena itu, keberadaan APE menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di tingkat desa,” ujarnya.
Norol mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu, pemerintah desa, Bunda PAUD, pendidik, kader Posyandu, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
Ia juga meminta agar APE yang telah diberikan dijaga dan dirawat sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran yang aktif bagi anak-anak.
Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.