gop-crypto.vip

Tim gabungan dikerahkan menangani karhutla di Gunung Ciremai - ANTARA News Jawa Barat

Kuningan (ANTARA) - Tim gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di tiga blok wilayah Desa Singkup, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu di Kuningan, Rabu, mengatakan penanganan melibatkan BPBD, TNGC, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat. 

"Tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan di sejumlah titik yang terdampak kebakaran," katanya.

Ia menjelaskan kebakaran diketahui sejak Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB setelah muncul kepulan asap di kawasan Blok Cileutik, kemudian api merembet ke beberapa titik di Blok Cimaung dan Manguntapa. 

"Pada awal kejadian, BPBD mengirimkan tim asesmen dan penanganan untuk membantu petugas TNGC dan MPA memadamkan api," ujarnya. 

Ia mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan jetshooter pada hari pertama, kemudian diperkuat dengan mesin pompa dan kendaraan operasional milik TNGC.

"Personel di lapangan menggunakan jetshooter, mesin pompa, serta kendaraan double gardan TNGC untuk mendukung proses pemadaman," katanya. 

Menurut dia, petugas melakukan penyekatan untuk menghambat pergerakan api sekaligus pendinginan terhadap area yang telah terbakar agar tidak kembali menyala.

Ia menuturkan kondisi cuaca di lokasi cerah, tetapi angin bertiup sekitar 12,5 sampai 20 kilometer per jam dari selatan ke utara.

Hingga Selasa (8/9) pukul 20.00 WIB, kata dia, api masih terlihat menyala di sejumlah titik sehingga petugas tetap bersiaga untuk mencegah kebakaran meluas.

"Api masih menyala dan masih berpotensi menyebar sehingga penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan," katanya.

BPBD mencatat kebakaran terjadi di kawasan TNGC pada Blok Cileutik, Manguntapa, dan Cimaung, dengan area terdampak di antaranya didominasi pohon sonokeling.

“Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Petugas gabungan masih membutuhkan tambahan personel, peralatan pemadaman karhutla, dan logistik untuk mendukung penanganan di lapangan,” kata dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.