Tim gabungan berhasil kendalikan karhutla di empat provinsi - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang serentak di wilayah empat provinsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan peristiwa karhutla tersebut tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Papua Barat Daya yang terjadi pada Rabu - Kamis (6/8).
"Tim gabungan di daerah bergerak cepat melokalisasi dan memadamkan karhutla pada hari yang sama," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa insiden karhutla di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, membakar lahan seluas 3,5 hektare di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak.
Baca juga: BNPB siapkan helikopter "water bombing" percepat pemadaman kebakaran di Bromo
Baca juga: Penggunaan helikopter pengebom air lebih efektif sebelum karhutla meluas
Sementara itu di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, karhutla seluas kurang lebih 55 hektare yang melanda Kecamatan Mengkendek, Makale Utara, dan Makale.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, titik api yang menghanguskan sekitar 6 hektare lahan di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur.
Adapun di Kota Sorong, Papua Barat Daya, kebakaran lahan seluas 10 hektare melanda kawasan Desa Malasilen di Sorong Utara dan Desa Rufei di Distrik Sorong Barat.
Bahkan termasuk kebakaran di Kota Sorong turut melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Melasilen dengan luasan terdampak mencapai lima hektare.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa seluruh titik api di Sorong, baik di kawasan pemukiman lahan maupun area TPA, telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa personel BPBD bersama instansi terkait di masing-masing daerah masih disiagakan di lapangan guna memantau lokasi rawan serta mencegah kemunculan titik api baru.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.