Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Perkuat Tata Kelola MBG, Optimistis Program Makin Tepat Sasaran
AKURAT.CO Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra, menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Naniek S. Deyang.
Noverizky menilai pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menurutnya, MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis," kata Noverizky di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.
Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan transisi tersebut mampu memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Noverizky berharap kepemimpinan Sudaryono dapat memperkuat sistem tata kelola BGN, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan Program MBG di seluruh daerah.
"Program sebesar ini membutuhkan tata kelola yang modern, transparan, dan berbasis data. Dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat agar implementasi MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata. Dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak," tuturnya.
Selain itu, Noverizky menilai evaluasi berkala harus menjadi budaya kerja di lingkungan BGN agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif.
Ia berharap kepemimpinan baru juga mampu memperkuat mekanisme pengawasan internal sehingga seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kepercayaan publik merupakan modal utama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan," ucapnya.
Baca Juga: Sudaryono Minta Petugas MBG Kerja Pakai Hati, Utamakan Keamanan dan Kualitas Makanan