gop-crypto.vip

Tetap aktif meski diabetes, Suratmi andalkan JKN jaga kesehatan

Tetap aktif meski diabetes, Suratmi andalkan JKN jaga kesehatan

Senin, 13 Juli 2026 09:35 WIB

Image Print

Suratmi saat ditemui dalam sebuah acara di Sleman, Jumat ( 10/7). ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - Sembilan tahun hidup dengan vonis diabetes tak menyurutkan langkah Suratmi, seorang lansia berusia 59 tahun, untuk menjalani hari-harinya dengan penuh kesibukan dan rasa syukur.

Mantan guru TK dan PAUD yang memiliki dua anak dan enam cucu ini mengaku, sebagian besar waktunya kini ia darmabaktikan sebagai seorang sukarelawan.

"Saya masih aktif sebagai relawan Gerakan Ibu Memanggil Polri dan Relawan Peduli Merapi. Selain itu, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan kebencanaan bersama SAR DIY, Basarnas, dan BPBD, serta mengajar mengaji bagi anak-anak dan ibu-ibu di pondok pesantren," ceritanya antusias.

Warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman ini menyadari meratapi nasib dan larut dalam kesedihan tidak akan mengubah keadaan. Alih-alih menyerah pada vonis diabetes, ia memilih bangkit dan mengisi sisa usianya dengan melakukan berbagai hal bermanfaat bagi orang lain.

Menurutnya, aktif bergerak, bertemu banyak orang, dan berkumpul dengan komunitas mampu membuka pikiran sekaligus memicu rasa syukur.

“Seperti saat ini, kami jadi sadar bahwa kami tidak sendiri. Banyak lho lansia lain yang juga diabetes. Banyak penderita lain yang sama-sama berjuang,” kata Suratmi, yang akrab disapa Imel.

Saat ditanya mengenai rahasia kebugarannya, selain sibuk beraktivitas untuk mengalihkan pikiran negatif, Imel mengaku sangat disiplin menjaga pola hidup. Setiap pagi setelah ibadah Salat Subuh berjamaah di masjid, ia langsung berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

"Awalnya saya berjalan kaki sendirian setiap pagi. Lama-kelamaan, beberapa tetangga yang juga selesai salat Subuh mulai ikut menemani. Pada hari-hari tertentu, bisa ada sekitar 10 orang yang ikut berjalan pagi bersama saya," ujar Suratmi.

GSP 335 dan Program JKN

Langkah preventif berbasis jalan kaki ini sangat sejalan dengan metode Gerak Sehat Peserta Prolanis 335 (GSP 335) yang diadopsi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan.

Metode tersebut mengedepankan aktivitas jalan kaki secara interval: tiga menit berjalan santai, dilanjutkan tiga menit berjalan cepat, yang diulang sebanyak lima set dengan total durasi 30 menit.

Aktivitas terukur yang bisa dilakukan oleh siapa pun setiap hari ini dinilai sangat efektif membakar kalori sekaligus menjaga stabilitas kadar gula darah.

Selain rutin berjalan kaki, Suratmi juga tertib melakukan kontrol kesehatan secara berkala. Ia mengaku sangat terbantu dengan manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digunakannya di Puskesmas Ngaglik, Sleman, sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tanpa perlu khawatir terhadap biaya pelayanan.

"Alhamdulillah, setiap enam bulan sekali saya bisa menjalani pemeriksaan kesehatan secara lengkap melalui Program JKN. Mulai dari cek HbA1c, gula darah, kolesterol, asam urat, leukosit, dan pemeriksaan lainnya. Jadi saya bisa mengetahui kondisi kesehatan saya secara berkala sekaligus mencegah risiko komplikasi sejak dini," tutur Suratmi.

Ia bersyukur, berkat penanganan yang terstruktur dan bebas biaya ini, hasil laboratoriumnya tercatat selalu bagus tanpa sedikit pun membebani finansial keluarga.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026