gop-crypto.vip

Terima Audiensi Jasa Marga, Korlantas Polri Sebut Penerapan Zero ODOL Dimulai Awal 2027

Bagikan:

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Jasa Marga berkolaborasi dalam penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Kolaborasi tersebut dibahas saat Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo bersama jajaran menerima audiensi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono dan jajaran direksi pada hari ini.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo mengatakan, penerapan kebijakan Zero ODOL ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027.

Dia pun menekankan, penanganan kendaraan ODOL tidak boleh hanya berfokus pada penegakan hukum di hilir, tetapi juga harus mempertimbangkan keseimbangan ekonomi masyarakat.

Menurut Wibowo, penyelesaian masalah dari sektor hulu, seperti keterlibatan sisi pengusaha dan transporter, juga menjadi kunci agar kebijakan tersebut memberikan hasil efektif dan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif di lapangan.

"Korlantas, kan, selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus.

Sebagai bagian dari solusi teknis, Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan berat melalui optimalisasi teknologi deteksi dini.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut, pihaknya menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari dua titik menjadi delapan titik.

Fasilitas tersebut terintegrasi dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time.

Data tersebut kemudian disinkronkan langsung ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri.

Jasa Marga, kata Rivan, juga mendorong integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Data RFID tersebut akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang.

"Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor," kata Rivan.

BACA JUGA:


Menurut Rivan, seluruh inovasi digital dan infrastruktur tersebut bertujuan menciptakan kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat, khususnya dalam menghadapi kepadatan masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

"Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol," pungkasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+