Telkomsat Andalkan SNG dan Satelit Merah Putih Garap Bisnis Broadcast Nasional
Jakarta -
Bisnis penyiaran membutuhkan infrastruktur yang mampu bergerak mengikuti lokasi sebuah peristiwa. Kebutuhan tersebut membuka ruang bagi layanan Satellite News Gathering (SNG) berbasis satelit, terutama untuk kegiatan yang membutuhkan siaran langsung dari lokasi dengan kesiapan tinggi.
Peluang tersebut menjadi salah satu area yang digarap Telkomsat melalui layanan SNG dan kapasitas satelitnya. Dalam portofolio bisnisnya, Telkomsat menempatkan SNG sebagai layanan untuk industri Media & Broadcast, dengan kemampuan transmisi uplink satelit untuk distribusi siaran audio visual secara on demand maupun on the spot.
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi salah satu implementasi layanan tersebut. Pada rangkaian kegiatan 14-17 Agustus 2026, Telkomsat mengoperasikan tiga unit SNG dan layanan transponder Satelit Merah Putih untuk mendukung kebutuhan siaran langsung berbagai agenda kenegaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan tersebut tidak hanya mencakup upacara 17 Agustus. Infrastruktur Telkomsat digunakan untuk sejumlah agenda, mulai dari Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, pengukuhan Paskibraka, ziarah nasional dan renungan suci, hingga upacara peringatan detik-detik Proklamasi serta penurunan bendera Sang Merah Putih.
Secara bisnis, keunggulan SNG terletak pada karakter layanannya yang mobile. Perangkat dapat dibawa dan ditempatkan di lokasi kegiatan sehingga stasiun televisi tidak harus sepenuhnya mengandalkan jaringan terestrial yang tersedia di suatu area.
Telkomsat menyebut SNG-nya menggunakan platform kendaraan dengan sistem otomasi terintegrasi. Model tersebut dirancang agar layanan dapat dikerahkan dengan cepat untuk kebutuhan siaran langsung maupun siaran tunda.
Artinya, SNG bukan sekadar perangkat tambahan bagi stasiun televisi. Infrastruktur ini menjadi jalur transmisi yang memungkinkan materi audio dan video dari lapangan dikirim menuju fasilitas penyiaran.
Kebutuhan seperti itu menjadi semakin penting ketika satu peristiwa berlangsung di beberapa lokasi atau ketika penyelenggara membutuhkan jalur komunikasi broadcast yang dapat segera digunakan.
Dalam penyelenggaraan rangkaian HUT ke-81 RI, Telkomsat menggabungkan tiga unit SNG dengan kapasitas transponder Satelit Merah Putih.
Kombinasi tersebut memungkinkan materi siaran dari lokasi kegiatan dikirim melalui jaringan satelit untuk selanjutnya didistribusikan kepada stasiun televisi nasional dan TV Pool yang ditunjuk Kementerian Sekretariat Negara.
Bagi bisnis broadcast, kombinasi perangkat di lapangan dan kapasitas satelit menjadi penting karena tuntutan utama siaran langsung adalah kecepatan implementasi, stabilitas transmisi, dan kontinuitas layanan.
Telkomsat juga menerjunkan 12 personel untuk mengawal layanan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Direktur Pengembangan sekaligus Plt. Direktur Operasi Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, mengatakan dukungan terhadap rangkaian HUT ke-81 RI menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab perusahaan dalam memastikan layanan komunikasi dan penyiaran pada momentum nasional berjalan optimal.
"Bagi Telkomsat, dukungan pada rangkaian Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia bukan hanya tentang menghadirkan konektivitas dan layanan broadcast, tetapi juga memastikan setiap momen penting bagi bangsa dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Anggoro dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Disampaikannya, kombinasi SNG, kapasitas Satelit Merah Putih dan kesiapan personel menjadi bagian dari upaya Telkomsat menghadirkan layanan broadcast yang andal.
Penggunaan SNG pada agenda kenegaraan tersebut sekaligus memperlihatkan luasnya kebutuhan pasar yang dapat dilayani. Selain stasiun televisi, layanan broadcast berbasis satelit dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan, korporasi, hingga berbagai agenda strategis yang membutuhkan distribusi materi audiovisual dari lokasi.
Telkomsat sendiri mengelompokkan layanan SNG dalam sektor Media & Broadcast, bersama sejumlah layanan satelit lain seperti TV Uplink Facilities, TVRO dan leased capacity.
Dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan, kemampuan menyediakan jalur transmisi yang dapat dibawa langsung ke lokasi menjadi nilai tambah tersendiri. Infrastruktur tersebut dapat menjadi pelengkap jaringan terestrial, terutama ketika kebutuhan siaran muncul di lokasi dengan keterbatasan konektivitas darat.
Anggoro mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Telkomsat menjadi motivasi perusahaan untuk terus memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan satelit nasional.
"Telkomsat akan terus mengambil peran dalam menghadirkan infrastruktur komunikasi yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kedaulatan digital Indonesia melalui pemanfaatan teknologi satelit nasional," pungkasnya.
(agt/agt)
TAGSLIHAT LAINNYA