gop-crypto.vip

TELKOM dan EDB Singapura Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Digital - Industri Katadata.co.id

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Economic Development Board (EDB) Singapura menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Cooperation on Digital Infrastructure

Penandatanganan MoU ini mendukung implementasi berbagai inisiatif kerja sama strategis antardua negara, Indonesia dan Singapura, khususnya dalam pengembangan ekonomi digital, infrastruktur berkelanjutan, serta transisi energi yang menjadi prioritas bersama.

Melalui kerja sama ini, TelkomGroup dan EDB akan menjajaki pengembangan infrastruktur digital rendah karbon. Tujuannya untuk mendukung ekosistem teknologi regional yang memanfaatkan pasokan listrik rendah karbon lintas negara, sehingga dapat mengakselerasi transisi energi di kawasan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis Telkom untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai infrastruktur digital regional. 

"Kami meyakini bahwa masa depan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan,” ucapnya melalui keterangan resmi, Selasa (14/7).

Momentum penandatanganan MoU ini sekaligus mempertegas peran Telkom sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem digital regional. Sekaligus mendorong integrasi antara infrastruktur digital dan energi hijau sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi dari arah strategis Telkom dalam membangun ekosistem digital yang semakin terintegrasi di tingkat regional. 

“Kami menyadari bahwa terciptanya koridor digital Indonesia-Singapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis, baik dari sisi infrastruktur digital, energi hijau, maupun kerja sama antar pemangku kepentingan,” kata Seno. 

Oleh karena itu, imbuhnya, inisiatif seperti ini tidak lahir dari sebuah momentum, melainkan melalui perencanaan strategis yang telah dibangun secara bertahap untuk menghadirkan kolaborasi yang memberikan nilai jangka panjang bagi kedua negara.

MoU ini adalah bagian dari rangkaian kerja sama yang diumumkan dalam agenda Leaders Retreat Indonesia-Singapura. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Managing Director Singapore Economic Development Board Jermaine Loy, di Jakarta, pada 6 Juli 2026. 

Kemitraan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama business-to-business (B2B) yang ditampilkan pada rangkaian pertemuan bilateral tingkat pemimpin Indonesia dan Singapura. Kerja sama ini mencerminkan eratnya kemitraan kedua negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Regional yang berkelanjutan.

Adapun ke depan, Telkom akan terus memperluas kolaborasi strategis bersama pemerintah, mitra global, dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan ekosistem digital yang semakin terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Inisiatif ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia-Singapura sekaligus membuka peluang investasi dan kolaborasi baru bagi pengembangan ekonomi digital regional.

Managing Director Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, Danantara melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus nilai pembangunan.

“Ketika infrastruktur digital, energi hijau, dan kerja sama regional dikembangkan secara terintegrasi maka proyek yang dihasilkan menjadi lebih kompetitif, berkelanjutan, dan menarik bagi penciptaan nilai jangka panjang," tutur Ade.

Sementara itu, Managing Director Business 2 Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menegaskan, MoU ini memperlihatkan bagaimana aset dan kapabilitas badan usaha milik negara (BUMN) dapat dikembangkan menjadi platform bisnis berdaya saing global.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menciptakan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang.