Teknologi AI Mulai Dipakai di Rumah Sakit, dari Cek Risiko Jantung hingga Operasi Lutut
Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:03 WIB
Tangerang, VIVA – Kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran yang semakin beragam dalam layanan kesehatan. Bukan hanya digunakan untuk mengolah data, teknologi ini juga mulai diterapkan untuk membantu tenaga medis melakukan penilaian risiko penyakit, menjalankan perangkat medis, hingga mendukung tindakan operasi.
Baca Juga
Perkembangan tersebut terlihat dari sejumlah teknologi kesehatan berbasis AI yang akan diperkenalkan dalam ajang Indonesia Int’l Hospital Expo ke-38 pada 7–10 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah AI-Based Cardiovascular Risk Assessment. Teknologi ini menggunakan pendekatan oculomics, yakni menganalisis foto retina untuk membantu mengidentifikasi risiko penyakit secara noninvasif.
Baca Juga
Pemanfaatan retina sebagai sumber informasi kesehatan menjadi salah satu perkembangan menarik dalam teknologi diagnostik. Pemeriksaan dilakukan melalui gambar retina sehingga proses penilaian dapat dilakukan tanpa radiasi dan secara relatif cepat.
Teknologi lainnya hadir di bidang kedokteran gigi. Dental Chair with AI memungkinkan perangkat dioperasikan menggunakan voice command. Kehadiran fitur tersebut menunjukkan bagaimana AI tidak hanya diarahkan untuk diagnosis, tetapi juga mulai terintegrasi dengan perangkat yang digunakan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Baca Juga
Sementara itu, di bidang ortopedi terdapat Robotic-Assisted Arthroplasty System. Teknologi navigasi dan sistem bedah robotik genggam tersebut dirancang untuk membantu dokter ortopedi dalam prosedur penggantian sendi lutut, baik secara total maupun parsial.
Dalam konteks operasi, teknologi robotik digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan ketepatan tindakan dokter. Keputusan medis dan pelaksanaan prosedur tetap berada di tangan tenaga medis yang menangani pasien.
AI dan Masa Depan Rumah Sakit
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemunculan berbagai teknologi tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai transformasi layanan kesehatan. Rumah sakit tidak hanya dituntut mampu menangani pasien, tetapi juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Tema tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) ke-22, Seminar Tahunan Patient Safety ke-20, dan Hospital Expo ke-38 yang berlangsung secara paralel. Ketiga kegiatan tersebut mengangkat tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial.”
Halaman Selanjutnya
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, mengatakan perkembangan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan industri kesehatan saat ini.