Tambah produksi pangan, Bengkulu Tengah usulkan sawah seluas 200 ha - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengusulkan program cetak sawah rakyat seluas 200 hektare di Desa Kota Niur, Kecamatan Semidang Lagan, kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kementerian Pertanian guna memperkuat produksi pangan.
"Kami telah menerima usulan dari kelompok tani di Desa Kota Niur untuk program cetak sawah. Program ini menjadi prioritas pemerintah daerah maupun Kementerian Pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah Helmi Yuliandri di Bengkulu, Kamis.
Helmi mengatakan usulan tersebut masih menunggu proses verifikasi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kementerian Pertanian untuk meninjau lokasi serta memastikan kelayakan lahan.
Apabila disetujui, program tersebut akan menambah luas baku sawah di Kabupaten Bengkulu Tengah dari 1.898 hektare menjadi lebih dari 2.000 hektare.
Menurut dia, penambahan areal persawahan diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia mengatakan lahan yang diusulkan untuk program cetak sawah harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berstatus clean and clear, memiliki sumber air yang memadai, sesuai untuk pertanian, didukung kelompok tani, serta tidak berada di kawasan hutan maupun hutan lindung.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat realisasi program cetak sawah di Provinsi Bengkulu sepanjang Januari—Desember 2025 mencapai 1.573 hektare dari target 2.220 hektare.
"Realisasi program cetak sawah hingga Desember 2025 mencapai 1.573 hektare dari target 2.220 hektare," kata Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu Muhammad Arief Barata.
Ia mengatakan realisasi program tersebut tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara seluas 868 hektare dan Kabupaten Seluma 257 hektare.
Sementara itu, target cetak sawah seluas 647 hektare di Kabupaten Rejang Lebong belum terealisasi akibat kendala teknis pada jaringan irigasi. "Yang belum terealisasi di Kabupaten Rejang Lebong karena masih terkendala irigasi," katanya.
Meski demikian, kata dia, pelaksanaan program cetak sawah yang dikerjakan personel TNI diperpanjang selama 90 hari kerja sejak Desember 2025 hingga akhir Maret 2026. Program tersebut tidak hanya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.
Sebagai contoh, kata dia, seperti untuk pembangunan irigasi di Kabupaten Lebong senilai Rp2,5 miliar dan pembangunan jalan akses di Pulau Enggano sebesar Rp2,8 miliar.
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.