gop-crypto.vip

Tak Sekadar Penghijauan, Pohon Buah di PIK2 Dibuat Jadi Bagian dari Ekosistem Kawasan

AKURAT.CO PIK2 terus mengembangkan konsep lanskap yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi kawasan.

Salah satu pendekatan yang diterapkan ialah penanaman beragam pohon buah di sejumlah titik.

Di Cluster Symphony misalnya, pohon jambu, sawo, mangga hingga kedondong tumbuh sebagai bagian dari lanskap kawasan.

Keberadaan tanaman tersebut membuat ruang terbuka terasa lebih teduh sekaligus menghadirkan suasana yang lebih dekat dengan alam di tengah perkembangan kawasan modern.

Landscape Site Supervisor Rivoni Aisha mengatakan pemilihan tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan manfaatnya dalam jangka panjang.

“Kami ingin menghadirkan landscape yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai manfaat untuk jangka panjang. Pohon buah seperti sawo, mangga, kedondong dapat memberikan keteduhan, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan karakter kawasan yang lebih hidup dan alami,” ujar Rivoni, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, keberadaan pohon buah juga dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penghuni karena lingkungan tempat tinggal tidak hanya dipenuhi tanaman dekoratif.

“Selain menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman, pohon buah juga memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan alam,” katanya.

Pendekatan serupa diterapkan di sejumlah area lain PIK2. Pada Median Sudirman misalnya, ditanam berbagai tanaman buah seperti dewandaru, kersen, dan buni.

Namun, tanaman tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mempercantik median jalan. Buah yang dihasilkan dapat menjadi sumber pakan alami bagi burung yang singgah di kawasan tersebut.

Area median itu pun dirancang sebagai ruang yang mendukung keberadaan satwa di tengah lingkungan urban, termasuk menyediakan ruang bagi burung untuk memperoleh makanan dan minuman.

Rivoni mengatakan keberadaan berbagai jenis tanaman juga memiliki fungsi edukasi lingkungan, terutama untuk membangun interaksi lebih dekat antara masyarakat dan alam.

Baca Juga: Transformasi Pelabuhan Internasional Indonesia dari Status Based Menuju Performed Based