gop-crypto.vip

Tak Peduli Ada Sanksi AS, Rusia Siap Kucurkan Rp17,8 Triliun ke Iran

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia telah merampungkan persiapan untuk memberikan pinjaman US$1 miliar atau sekitar Rp17,8 triliun kepada Iran. Dana tersebut disebut siap ditransfer setelah Teheran menyerahkan rincian rekening bank yang diperlukan.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan proses pembayaran sebenarnya telah rampung, tetapi transfer tertunda akibat perbedaan pendapat di antara sejumlah lembaga pemerintah Iran mengenai penggunaan dana tersebut.

Menurut Fars, pinjaman US$1 miliar itu merupakan tahap awal dari rencana pinjaman Rusia senilai US$20 miliar atau sekitar Rp356 triliun kepada Iran. Rencana tersebut pertama kali dilaporkan pada Juni lalu.

Pilihan Redaksi

  • AS Siap Hukum Bank Asing yang Masih Berbisnis dengan Iran
  • Trump "Izinkan" Iran Hancurkan Los Angeles, Gubernur California Ngamuk
  • Profil Taipan Sawit RI Surya Darmadi & Sitaan Rp1,9 T di Singapura

Perbedaan kepentingan muncul terkait alokasi dana. Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran menginginkan pinjaman digunakan untuk mengimpor kendaraan, sementara Kementerian Perminyakan mendorong pembelian peralatan industri minyak dan Kementerian Pertanian mengusulkan penggunaannya untuk mendatangkan barang-barang kebutuhan pokok.

Fars menyebut belum ada keputusan final mengenai penggunaan dana tersebut. Akibatnya, pemerintah Iran belum menyerahkan rincian rekening yang dibutuhkan agar Rusia dapat melakukan transfer.

Kerja sama tersebut berlangsung ketika Iran dan Rusia berupaya memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan, termasuk dengan meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang dikendalikan negara-negara Barat.

Pada Juni, Iran juga mengumumkan rencana membentuk bursa perdagangan rubel guna memperkuat kerja sama perbankan dan moneter dengan Rusia. Seorang anggota parlemen Iran saat itu mengatakan Moskow diperkirakan memberikan pinjaman US$20 miliar dalam mata uang rubel dengan bunga tahunan 6%.

Langkah Rusia ini terjadi di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran yang menyasar ekspor minyak, sektor perbankan dan akses ke sistem keuangan internasional. Pada September, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap VTB Bank Rusia karena hubungan perbankan koresponden dengan lembaga keuangan Iran yang terkena sanksi, sementara Washington juga menargetkan jaringan keuangan yang dituduh membantu Teheran memindahkan dana dan menghindari sanksi.

(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]